IAEA Peringatkan Bahaya Serangan Drone di PLTN Zaporizhzhia, Sebut Insiden Pertama Sejak April 2024

- Senin, 01 Juni 2026 | 04:15 WIB
IAEA Peringatkan Bahaya Serangan Drone di PLTN Zaporizhzhia, Sebut Insiden Pertama Sejak April 2024

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyuarakan keprihatinan serius menyusul laporan serangan drone yang menghantam sebuah bangunan turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Ukraina. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (30/5), Grossi memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklir sama seperti bermain api dan tidak boleh ditoleransi.

IAEA mengonfirmasi telah menerima laporan dari pihak pengelola PLTN Zaporizhzhia bahwa sebuah drone menghantam salah satu bangunan turbin di kompleks tersebut pada hari yang sama. Akibat serangan itu, salah satu dinding bangunan mengalami kerusakan berupa lubang. Informasi tersebut disampaikan oleh badan internasional itu melalui unggahan resmi di platform media sosial X.

“Tidak boleh ada serangan apa pun dari atau terhadap fasilitas nuklir,” ujar Grossi, sembari kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan keselamatan serta keamanan nuklir. Ia menambahkan bahwa tim IAEA yang telah ditempatkan di lokasi PLTN tersebut segera meminta akses ke bangunan turbin yang terdampak guna melakukan penilaian langsung terhadap tingkat kerusakan.

Menurut catatan IAEA, insiden ini merupakan serangan drone pertama yang terjadi di dalam perimeter PLTN Zaporizhzhia sejak April 2024. Sejak awal konflik Rusia-Ukraina, IAEA berulang kali mengingatkan dunia akan risiko besar yang ditimbulkan oleh aktivitas militer di sekitar fasilitas nuklir dan mendesak perlindungan ketat terhadap infrastruktur semacam itu.

PLTN Zaporizhzhia, yang dikenal sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022. Kondisi ini menjadikan fasilitas tersebut sebagai titik rawan dalam konflik bersenjata yang masih berlangsung, sehingga pengawasan internasional terhadap keselamatan nuklir di kawasan itu terus menjadi perhatian utama.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar