Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme

- Senin, 06 April 2026 | 01:55 WIB
Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme

Di SM Tower Yogyakarta, suasana Minggu (5/4/2026) lalu diwarnai acara silaturahmi. Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir dan berbincang hangat dengan perwakilan Muhammadiyah setempat. Pertemuan itu bukan sekadar basa-basi. Ada pesan penting yang ingin disampaikan Muzani, terutama soal menjaga tradisi dan waspada terhadap godaan pragmatisme.

Dalam sambutannya, Muzani menyoroti peran Muhammadiyah. Menurutnya, organisasi ini bisa jadi contoh bagi bangsa.

"Kalau kesadaran bangsa Indonesia dalam membangun bangsa, dalam membangun negara, seperti halnya dicontohkan oleh tuan-tuan Muhammadiyah, Indonesia akan semakin kuat, Indonesia akan semakin maju dan Indonesia akan semakin jaya," kata Muzani.

Pujian itu tak berhenti di situ. Dia lantas mengingatkan tentang karakter khas warga Muhammadiyah: sederhana dan amanah. Tapi di sisi lain, Muzani juga mengingatkan adanya tantangan.

"Orang Muhammadiyah terkenal dengan orang-orang yang hidup sederhana. Orang Muhammadiyah terkenal dengan amanah dalam mengemban harta yang dititipkan," ujarnya.

Namun begitu, dia mengaku prihatin. "Tapi meskipun demikian, kadang-kadang ada kepentingan-kepentingan pragmatisme dan itu kita harus mampu berusaha untuk menghindari pragmatisme," lanjut Muzani.

Pesan utamanya jelas. Muzani meminta Muhammadiyah Yogyakarta untuk tetap berpegang teguh.

"Pesan saya tetaplah berpegang teguh pada tradisi Muhammadiyah, hidup sederhana, teruslah memegang amanah dengan baik dan jangan tergoda dengan pragmatisme," tegasnya.

Baginya, menghindari pragmatisme adalah kunci. Hanya dengan cara itulah idealisme perjuangan bisa tetap terjaga kemurniannya.

"Kalau kita bisa menghindari pragmatisme, maka kita akan tetap dapat menjaga idealisme, dan idealisme itu adalah cara kita menjaga kemurnian tujuan perjuangan kita," imbuhnya menutup pesan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar