Suasana malam di Kabupaten Tasikmalaya mendadak panas Rabu lalu. Sekitar pukul setengah sembilan malam, sebuah bangunan milik kelompok Saung Taraju Jumamtara dilalap si jago merah. Aksi pembakaran ini, menurut polisi, berawal dari gelombang kemarahan warga yang mendengar kabar soal dugaan penistaan agama.
Kelompok Saung Taraju Jumamtara sendiri dikenal sebagai penghayat kepercayaan yang beraktivitas di daerah tersebut. Tapi Rabu malam itu, amarah tampak mengalahkan segala pertimbangan.
Kombes Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, membeberkan kronologinya. Menurutnya, sekitar 60 orang yang kebanyakan warga setempat dan tokoh agama mendatangi lokasi. Kerumunan itu lalu membakar sebuah saung berukuran kecil yang difungsikan sebagai gudang.
"Dan melakukan pembakaran salah satu saung sebagai gudang ukuran 3×4 Meter yang menyebabkan habis terbakar dengan jumlah kerugian kurang lebih Rp 60 juta,"
Hendra menyampaikan keterangan itu pada Senin (6/4), merinci kerugian material yang diderita.
Lantas, apa pemicu utamanya? Dari pendalaman polisi, bara kemarahan ini mulai menyala dari media sosial. Informasi beredar di antara warga mengenai aktivitas Khobir, sang pemimpin kelompok, di platform TikTok. Khobir diduga melakukan siaran langsung yang dianggap melecehkan agama Islam.
"Adapun penyebab terjadinya kejadian tersebut yaitu adanya informasi dari warga bahwa saudara Khobir telah melakukan penistaan agama dengan cara membuat video live Tiktok, saudara Khobir dengan saudari Ester Pasri Alimentari yang membahas aliran kepercayaan BB Drum yang diduga telah melecehkan dan menghina agama Islam. Sehingga memantik reaksi dari masyarakat sekitar yang merasa resah atas adanya penistaan agama yang dilakukan oleh saudara Khobir,"
Jelas sekali. Tuduhan itu bagai minyak yang disiram ke bara. Kemarahan warga pun meledak, berujung pada aksi pembakaran yang nyaris tak terkendali.
Untungnya, situasi yang sudah memanas itu berhasil diredam sebelum meluas. Aksi massa yang hendak merambah ke bangunan lain bisa dihentikan. Upaya pencegahan ini dilakukan oleh adik ipar Khobir, Usep Suhud, bersama Kanit Intelkam Polsek Taraju yang kebetulan berada di tempat kejadian. Mereka berhasil meredam eskalasi yang bisa jadi lebih parah.
Artikel Terkait
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Minimarket Bogor, Kerugian Capai Rp3 Juta
Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang, Punya Mode Boost Bertenaga 93 dk
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Sapi Kurban ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ ke Masjid Istiqlal