Pertama, aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung yang masih terjaga. Ini mencerminkan persepsi investor yang masih positif terhadap prospek ekonomi dalam negeri. Kedua, kenaikan harga saham di pasar domestik juga turut memberi pengaruh.
Meski kewajiban neto membesar, BI menilai ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Rasio PII terhadap PDB di triwulan III 2025 stabil di angka 18,3 persen. Struktur kewajibannya pun didominasi instrumen jangka panjang tepatnya 93,1 persen dengan investasi langsung sebagai penyokong utama.
Namun begitu, Bank Indonesia tak mau lengah. Mereka akan terus memantau dinamika ekonomi global yang bisa memengaruhi prospek PII ke depan.
“Selain itu, Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian,” pungkas Ramdan.
Sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait akan diperkuat untuk menjaga ketahanan sektor eksternal ini tetap solid menghadapi ketidakpastian global.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas