Kondisi Jalur Kuning Tuna Netra di Jakarta: Masih Banyak Kendala dan Bahaya
Jalur kuning atau tactile paving di trotoar merupakan fasilitas vital bagi penyandang disabilitas netra untuk berjalan kaki dengan aman. Namun, kenyataannya di Jakarta, fasilitas ini masih belum optimal dan justru berpotensi membahayakan.
Fungsi Rambu Kuning bagi Tuna Netra
Jalur berpola timbul berwarna kuning ini dirancang khusus sebagai panduan jalan bagi tuna netra. Melalui tongkat atau indra peraba di kaki, mereka dapat mengikuti pola tersebut untuk berjalan secara mandiri dan terhindar dari rintangan.
Fakta di Lapangan: Jalur Kuning Tidak Aksesibel
Survei di lokasi seperti Jalan Dr. Susilo Raya dan Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, menunjukkan masalah serius. Jalur kuning sering tertutup oleh kendaraan parkir liar dan barang dagangan toko kelontong. Bahkan, ada rambu yang mengarah langsung ke tiang listrik atau melalui trotoar yang rusak.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai