JAKARTA Proses hukum terhadap empat prajurit TNI yang diduga menyiram aktivis KontraS Andrie Yunus dengan air keras masih terus berjalan. Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan, Puspom TNI masih menggarap penyidikan kasus itu. "Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sdr. AY sedang berjalan," kata Aulia, Senin (23/3).
Ia meminta semua pihak bersabar. Menurutnya, penyidik masih bekerja. "Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh Penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan," ucap dia. Komitmen transparansi juga ditegaskan kembali.
Keempat prajurit yang jadi sorotan berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Mereka sudah diserahkan ke Puspom TNI sejak Rabu (18/3/2026) pagi. Identitas mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempatnya berasal dari matra laut dan udara.
Sementara itu, korban, Andrie Yunus, mengalami kondisi yang cukup serius. Ia tiba di IGD RSCM pada Jumat (13/03/2026) dini hari dengan luka bakar di wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan. Mata kanannya juga terkena, menyebabkan gangguan penglihatan.
Begitu tiba, tim medis langsung bertindak. Hasil pemeriksaan pH mengonfirmasi adanya paparan zat kimia asam di area luka. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan luka bakar sekitar 20 persen di tubuh. Mata kanannya mengalami trauma kimia tingkat tiga fase akut kondisi yang merusak kornea dan menurunkan tajam penglihatan secara signifikan.
Namun begitu, kabar baiknya adalah kondisi Andrie sekarang sudah menunjukkan perbaikan. Ia tidak lagi dalam situasi yang mengancam nyawanya. Proses pemulihan terus berlanjut.
Artikel Terkait
Cloudflare PHK 20 Persen Karyawan, Beralih ke Sistem Kecerdasan Buatan
Gubernur Pramono Majukan Jadwal Car Free Day Sudirman-Thamrin Mulai 05.30 WIB per 1 Juni 2026
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per Akhir April 2026
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per April 2026