Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran

- Senin, 23 Maret 2026 | 16:00 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran

Stok Pangan Menjelang Lebaran: Pemerintah Pastikan Kondisi Aman

Menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kabar baik. Stok pangan nasional, menurutnya, dalam kondisi yang sangat cukup. Tak hanya itu, harga-harga di pasar pun dipastikan akan tetap stabil.

Keberhasilan ini bukan datang tiba-tiba. Menurut Amran, ini adalah buah dari kerja keras bersama. Mulai dari upaya meningkatkan produksi, memperkuat cadangan, mengawasi distribusi, sampai mengendalikan harga di tingkat pengecer. Semuanya digarap serius.

"Kita ingin semua tersenyum," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/3/2026).

"Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan."

Lalu, seberapa kuat posisi stok kita? Rupanya, sangat kuat. Amran membeberkan datanya. Cadangan Beras Pemerintah di Bulog saat ini sekitar 4,09 juta ton. Belum lagi beras yang beredar di masyarakat, sekitar 11–12 juta ton. Ditambah potensi panen dalam waktu dekat yang mencapai angka 12 juta ton.

Kalau dijumlahkan, kekuatan stok beras nasional bisa mencapai 28 juta ton. Angka yang cukup untuk mengamankan ketahanan pangan kita hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Di sisi lain, produksi nasional juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Maret 2026 ini adalah puncak musim panen raya di banyak daerah. Geliatnya terasa, hasilnya pun menggembirakan. Peningkatan ini bukan cuma menguatkan stok, tapi juga menjaga harga gabah di tingkat petani agar tetap stabil.

"Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah," kata Amran dengan nada bangga.

"Februari, Maret, dan April banyak panen. Stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional."

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar