APBD Semarang 2025: Realisasi Pendapatan Tembus Rp 5,81 Triliun, Hampir Sentuh Target

- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:18 WIB
APBD Semarang 2025: Realisasi Pendapatan Tembus Rp 5,81 Triliun, Hampir Sentuh Target

Sepanjang tahun anggaran 2025, Pemerintah Kota Semarang mencatatkan performa keuangan yang cukup menggembirakan. Angkanya berbicara sendiri. Realisasi pendapatan daerah menyentuh Rp 5,81 triliun, atau sudah menelan 92,22% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 6,30 triliun.

Di sisi lain, belanja daerah tercatat Rp 5,73 triliun. Angka ini setara dengan 88,69% dari total pagu anggaran belanja yang mencapai Rp 6,46 triliun.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai capaian ini bukan sekadar angka. Menurutnya, ini cerminan pengelolaan keuangan daerah yang kian terukur dan akuntabel. Keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, dalam pandangannya, adalah kunci utama menjaga stabilitas fiskal.

"Realisasi pendapatan dan belanja tahun 2025 menunjukkan bahwa APBD kita dikelola secara hati-hati namun tetap responsif terhadap kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik,"

ujar Agustina belum lama ini.

Melihat lebih detail, kontribusi terbesar tentu datang dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkot berhasil mengumpulkan Rp 3,42 triliun, atau memenuhi 87,67% dari target Rp 3,90 triliun. Andil terbesarnya berasal dari pajak daerah, yang realisasinya mencapai Rp 2,74 triliun (88,57%).

Retribusi daerah menyusul di posisi berikutnya dengan Rp 556,22 miliar. Yang menarik, pos lain-lain PAD yang sah justru melampaui target dengan cukup signifikan, hingga 130,61%.

Ini tentu bukan hasil instan. Capaian PAD tersebut merupakan buah dari upaya konsisten pemerintah kota dalam memperkuat basis pendapatan. Caranya? Melalui perbaikan sistem, mendorong kepatuhan, dan tentu saja, penguatan layanan semua tanpa maksud membebani masyarakat.

"Kami berupaya memastikan bahwa setiap potensi pendapatan dikelola secara adil dan transparan, sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan oleh warga Kota Semarang,"

imbuh Agustina menegaskan komitmennya.

Sementara dari sisi pendapatan transfer, kinerjanya juga patut diacungi jempol. Realisasinya mencapai Rp 2,36 triliun, atau nyaris sempurna di angka 99,62% dari anggaran. Hal ini jelas memperkuat daya fiskal daerah untuk mendanai berbagai program prioritas.

Lalu bagaimana dengan belanja? Realisasi di angka 88,69% menunjukkan pola pengeluaran yang terkendali dan yang paling penting tepat sasaran. Ke depan, Pemkot Semarang berjanji akan tetap menjaga efisiensi belanja. Komitmennya jelas: setiap rupiah harus sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan untuk warganya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar