NEW YORK Bandara LaGuardia yang biasanya ramai mendadak hening sejenak Minggu malam (22/3/2026). Suara sirene yang melengking menggantikan dengung mesin pesawat. Sebuah pesawat Air Canada Express, penerbangan 8646 yang dioperasikan Jazz Aviation, baru saja menabrak sebuah truk pemadam kebakaran di landasan pacu. Dua nyawa melayang: pilot dan kopilot di dalam kokpit.
Pesawat itu membawa 72 penumpang plus empat awak kabin. Untungnya, semua penumpang selamat. Tapi insiden ini langsung bikin bandara berantakan. Operasi ditutup, efek berantainya luar biasa. Antrean panjang mengular di pos pemeriksaan keamanan, penumpang lain jadi korban keterlambatan.
Presiden Jazz Aviation, Doug Clarke, tak menyembunyikan duka.
"Hari ini sungguh hari yang berat bagi kami semua di maskapai, terutama bagi keluarga korban yang berduka," ujarnya.
Korban luka-luka pun berjatuhan. Menurut kabar, puluhan orang mengalami cedera. Sembilan di antaranya kondisinya serius dan masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kathryn Garcia, Direktur Eksekutif Otoritas Pelabuhan, memberi rincian lebih jelas. Dari total 41 korban luka, 32 orang sudah diperbolehkan pulang. Namun, sembilan orang lagi masih tertahan di rumah sakit dengan luka yang cukup parah.
Menteri Perhubungan AS Sean Duffy menambahkan, setidaknya dua petugas pemadam kebakaran Otoritas Pelabuhan termasuk di antara yang luka serius. Mereka saat itu sedang bertugas di landasan.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut sejumlah saksi dan rekaman komunikasi awal, izin tampaknya sudah diberikan kepada kedua belah pihak. Pesawat diizinkan mendarat, sementara kendaraan pemadam itu juga dikabarkan punya izin masuk ke area tersebut.
Anthony Brickhouse, pakar keselamatan penerbangan, menyoroti titik kritis ini. "Ini jadi pertanyaan besar: bagaimana komunikasi di menara kendali bisa menghasilkan izin untuk dua kendaraan di ruang yang sama? Investigasi pasti akan mendalami rekaman percakapan radio itu," jelas Brickhouse.
Kini, fokus beralih pada penyelidikan mendalam. Semua pihak menunggu jawaban atas kecelakaan tragis yang merenggut dua nyawa awak pesawat dan melukai puluhan orang itu.
Artikel Terkait
BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun, Setara Rp32,81 per Saham
Harga BBM Global Melonjak Akibat Ketegangan AS-Iran, Hong Kong Catatkan Harga Termahal Rp72.253 per Liter
Beckham Putra Percaya Diri Hadapi Persija, Kemenangan atas PSIM Jadi Modal Berharga Persib
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, LPS Genjot Literasi Keuangan