Menjelang puncak arus mudik Lebaran, antrean panjang di SPBU kerap jadi pemandangan yang menyita waktu dan tenaga. Nah, untuk mengurai kemacetan itu, PT Pertamina Patra Niaga kembali mengandalkan solusi yang cukup lincah: SPBU modular. Fasilitas layanan energi tambahan ini sengaja dihadirkan untuk mendistribusikan BBM dengan lebih cepat dan efisien, terutama di titik-titik yang padat pemudik.
Yang menarik, tahun ini jumlahnya bertambah signifikan. Dari 57 titik di musim mudik 2025, kini ditingkatkan menjadi 96 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan mereka bisa dilacak dengan mudah, baik lewat aplikasi MyPertamina maupun situs web resminya.
Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa kehadiran SPBU modular ini punya peran krusial.
"SPBU modular sangat membantu memecah antrean pengisian, khususnya bagi kendaraan kecil," ujarnya saat meninjau langsung rest area kilometer 57 Tol Jakarta-Cikampek.
Dalam sebuah wawancara di Metro Siang Metro TV (Selasa, 17 Maret 2026), Mars Ega juga mengingatkan para pemudik.
"Di aplikasi MyPertamina itu ada lokasi-lokasi layanan SPBU modular maupun SPBU reguler. Tapi selain aplikasi, sebenarnya MyPertamina juga punya website. Jadi kalau belum unduh, bisa lihat di situs www.mypertamina.id. Di situ juga ada menu layanan khusus Ramadan Idulfitri," jelasnya.
Lalu, bagaimana strategi penempatannya? Ternyata, ada modifikasi cerdas di lapangan. Ancala Egah, Sales Area Manager Retail Karawang PT Pertamina Patra Niaga, memberi contoh konkret di rest area KM 57.
"Kita memanfaatkan area untuk pengisian truk solar yang volumenya turun drastis saat mudik. Nah, space parkir itu kita optimalkan dengan menempatkan modular di sana. Jadi saat konsumen butuh isi gasolin seperti Pertamax, sudah kami sediakan," papar Ancala.
Dengan kata lain, SPBU modular sengaja diletakkan di jalur solar kendaraan besar yang sepi. Trik ini terbukti ampuh mengurai kepadatan di jalur reguler.
Selain cepat, fasilitas ini juga modern dan fleksibel. Desainnya memungkinkan untuk dipindahkan sesuai kebutuhan darurat, memastikan distribusi BBM tetap optimal di mana pun. Stok dan pasokannya pun dimonitor secara berkala.
Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar menambah titik layanan. Lebih dari itu, sistem modular ini diharapkan bisa meminimalkan potensi antrean panjang dan kekosongan stok, terutama di daerah yang jumlah SPBU tetapnya terbatas. Jadi, perjalanan mudik pun diharapkan bisa lebih lancar dan tanpa kekhawatiran kehabisan bahan bakar.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi