Kondisi di Lebanon dinilai sudah tidak aman. Hal ini memicu desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat agar pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan perdamaian TNI yang bertugas di sana. Desakan itu muncul menyusul serangan rudal Israel yang menewaskan tiga prajurit Indonesia dan melukai beberapa lainnya dalam dua hari terakhir.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, secara tegas menyuarakan kekhawatirannya. Menurutnya, keselamatan personel harus jadi prioritas utama ketika medan misi sudah berubah menjadi zona perang.
"Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," ujar Dave, Selasa lalu.
Dia tak sendirian dalam langkah ini. Italia, salah satu negara kontributor pasukan, juga dikabarkan telah menyiapkan rencana penarikan personelnya. Dave melihat ini sebagai preseden yang patut dipertimbangkan serius oleh Jakarta.
"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," tambahnya.
Intinya sederhana: langkah itu dibutuhkan untuk melindungi nyawa prajurit. Meski PBB telah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk serangan tersebut, Dave berpendapat Indonesia perlu tindak lanjut yang lebih konkret. Sikap tegas diperlukan, bukan sekadar pernyataan.
"Nah, ini ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," tegasnya.
Kronologi serangan yang memilukan itu sendiri terjadi dalam rentang singkat. Awalnya, satu prajurit gugur pada serangan Minggu (29/3). Esok harinya, Senin (30/3), dua prajurit lagi menyusul gugur dalam serangan lanjutan.
Kabar duka itu disampaikan oleh Karo Infohan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Selain yang gugur, ada pula prajurit yang mengalami luka berat.
"Dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut," jelas Rico.
Suasana di Jakarta pun terasa mencekam. Desakan penarikan pasukan kini menggema, beriringan dengan duka atas gugurnya tiga pahlawan perdamaian di tanah jauh.
Artikel Terkait
Pemerintah Rekrut 3.000 Guru dan 5.000 Tenaga Kependidikan untuk Sekolah Rakyat Permanen
BCA Curi Poin Kemenangan dari Indofood dan PGN di Kompetisi Catur IDX Channel 2026
Dokter Ingatkan Orang Dewasa Jangan Abaikan Vaksinasi, Imunitas dari Vaksin Masa Kecil Bisa Menurun
Resep Sop Konro Makassar, Hidangan Iga Sapi Berkuah Kluwek yang Kaya Rempah