Pemerintah Siapkan Pembatasan Impor Barang China Tanpa Label

- Minggu, 07 Desember 2025 | 21:55 WIB
Pemerintah Siapkan Pembatasan Impor Barang China Tanpa Label

Pemerintah ternyata belum berhenti bergerak. Setelah getol memberantas praktik thrifting alias jualan baju bekas impor, langkah penertiban bakal diperluas. Kali ini, sasarannya adalah banjir barang-barang baru dari China yang membanjiri pasar kita. Masuknya sangat masif, dan ini jadi perhatian serius.

Menurut Menteri UMKM Maman Abdurrahman, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah pembatasan. Targetnya jelas: barang-barang impor asal China yang masuk tanpa label, tanpa identitas produk yang jelas, dan tentu saja, tanpa pengawasan kualitas yang semestinya.

Barangnya macam-macam. Mulai dari pakaian, sepatu, celana, sampai ke jam tangan dan berbagai perlengkapan lainnya. Mereka datang berpeti-peti, kontainer demi kontainer, tapi nyaris tak ada saringan yang ketat. “Ini yang lagi mau kita dalami dan batasi,” ujar Maman.

Dia menegaskan hal ini usai menghadiri acara Indonesia Sport Summit 2025 di Jakarta, Minggu lalu.

“Supaya barang kita juga bisa bersaing,” tambahnya.

Namun begitu, Maman menekankan bahwa kebijakan ini bukan bentuk proteksionisme buta. Bukan untuk menutup perdagangan internasional sama sekali. Tujuannya lebih pada penciptaan ruang bernapas bagi produk lokal. Pemerintah, kata dia, hanya akan membuka keran impor untuk barang-barang yang memang belum mampu diproduksi di dalam negeri.

“Kalau kita belum bisa produksi, silakan impor. Tetapi kalau kita sudah bisa produksi, ya harus kita batasi dong,” tegas Maman.

“Supaya produk lokal punya pasar dan kesempatan berkembang.”

Harapannya, dengan langkah ini keseimbangan ekosistem perdagangan bisa terwujud. Di sisi lain, fokus pemerintah memang bergeser. Setelah penindakan pada thrifting impor menunjukkan titik terang, perhatian kini beralih ke barang baru ilegal. Alasannya sederhana: industri dalam negeri tak boleh terus tertekan oleh arus barang murah yang masuk secara curang, tanpa kontrol apa pun.

Langkah ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi melindungi, di sisi lain memberi kesempatan. Hasilnya nanti, kita lihat saja.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini