Sebuah gol yang lahir dari insting dan keberanian di menit ke-21 laga melawan Jerman mengukir nama Livano Comenencia dalam lembaran sejarah sepak bola dunia. Pemain asal Curacao itu menjadi putra bangsa pertamanya yang berhasil mencetak gol di ajang Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang tetap bersinar meski timnya harus menelan kekalahan telak 7-1 dari Jerman, Senin (15/6/2026) WIB.
Gol tersebut tercipta saat kedudukan masih 1-0 untuk keunggulan Jerman melalui gol Felix Nmecha pada menit keenam. Comenencia, yang berposisi sebagai bek, memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan untuk melepaskan tembakan yang merobek jala Manuel Neuer. Momen itu sempat membangkitkan asa timnya, meski Jerman kemudian tampil semakin agresif dan mencetak enam gol tambahan hingga laga usai.
Mengenang kembali proses terciptanya gol bersejarah itu, Comenencia menuturkan kronologi singkat yang dimulai dari pergerakannya di sisi lapangan. “Saya menggiring bola dan mengopernya kepada Sontje Hansen, tetapi umpannya terlalu pendek,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Selasa (16/6/2026). “Kemudian bola jatuh kepada [Jurgen] Locadia. Tembakannya diblok, tetapi saya melihat sedikit ruang dan saya melepaskan tembakan dengan sempurna.”
Saat ini, Comenencia memperkuat klub Swiss FC Zurich. Sebelumnya, pada musim 2024/2025, ia membela Juventus Next Gen di Serie C Italia dan mencatatkan total 32 penampilan di seluruh kompetisi. Pengalaman itu menjadi fondasi yang membawanya tampil di panggung paling bergengsi sepak bola dunia.
Keistimewaan gol tersebut tidak hanya terletak pada statusnya sebagai gol pertama Curacao di Piala Dunia, tetapi juga pada kiper yang berhasil ia taklukkan. Berdiri di bawah mistar Jerman adalah Manuel Neuer, legenda hidup yang tengah menjalani penampilan kelimanya di turnamen akbar ini. Bagi Comenencia, momen itu terasa seperti mimpi yang menjadi nyata. “Dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa,” kata Comenencia. “Saya bermain dengannya di FIFA, di PlayStation saya, dan sekarang saya benar-benar berhasil mencetak gol ke gawangnya. Itu adalah momen yang indah.”
Kekalahan telak dari Jerman tidak mampu menghapus senyum dari wajahnya. Sebaliknya, gol itu menjadi sumber kebanggaan yang membekas, sebuah pencapaian yang akan ia kenang seumur hidup. Namun, ia sadar bahwa perjalanan Curacao di Piala Dunia 2026 belum berakhir. Kini, perhatiannya telah beralih ke pertandingan berikutnya melawan Ekuador pada Sabtu mendatang.
“Saya memiliki perasaan yang campur aduk, tetapi saya bangga karena berhasil mencetak gol,” ujarnya. “Kami harus melupakan hasil ini dan fokus pada pertandingan berikutnya.” Semangat itu menjadi modal berharga bagi Curacao untuk bangkit dan membuktikan diri di laga-laga selanjutnya.
Artikel Terkait
Iran dan AS Teken MoU Damai di Jenewa, Blokade Maritim Dicabut
125 Kendaraan Hias Meriahkan Pawai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Jakarta Timur
Komisi II DPR Dorong E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri
Aset Indodana Tembus Rp2,83 Triliun, Pembiayaan Paylater ke UMKM Tumbuh Pesat