Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong

- Selasa, 24 Maret 2026 | 02:00 WIB
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong

SUKABUMI – Kemacetan parah melumpuhkan jalur arteri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/3/2026) lalu. Yang bikin situasi makin runyam, sebuah ambulans yang sedang mengangkut pasien ikut terjebak di dalamnya. Kendaraan darurat itu nyaris tak bisa bergerak, terperangkap di lautan kendaraan yang mengular.

Menurut sejumlah saksi, macet ini bukan cuma soal volume. Aksi nekat para pengendara motor yang ‘ngeblong’ atau melawan arus disebut-sebut jadi biang kerok utama. Mereka seenaknya menyalip ke jalur lawan, akhirnya malah bikin arus dari dua arah sama-sama terkunci total.

“Sudah tiga jam tertahan di sini. Padahal kalau kondisi normal, perjalanan ke Simpang Ratu ini biasanya cuma setengah jam,”

keluh Febri, seorang pemudik asal Bogor yang juga terjebak. Rasanya frustasi, tapi itulah kenyataan yang dihadapi ribuan pengendara hari itu.

Pusat kemacetannya ada di Simpang Ratu, Cibadak. Titik ini jadi tempat bertemunya dua arus besar: pemudik yang balik dari Jawa Tengah dan wisatawan yang pulang dari Pantai Palabuhanratu atau Situgunung menuju Jakarta. Hasilnya? Waktu tempuh membengkak berkali-kali lipat.

Di tengah situasi semrawut itu, ambulans dengan sirine menyala pun tak berkutik. Ia terpaksa merayap pelan, menyusup di sela-sela mobil dan motor yang ruang geraknya sudah habis. Sirine yang berulang kali dibunyikan seolah tak digubris, karena memang tak ada jalan yang bisa dilalui.

Menyikapi hal ini, Satlantas Polres Sukabumi akhirnya turun tangan. Mereka memberlakukan sistem satu arah sepenggal sebagai upaya darurat mengurai kemacetan.

“Sistem one way sepenggal diterapkan mulai dari Simpang Ratu menuju arah Exit Tol Parungkuda untuk mengurai penumpukan,”

demikian laporan dari lapangan. Langkah ini diambil mengingat kepadatan diprediksi masih akan berlanjut.

Polisi juga tak henti-hentinya mengimbau, terutama kepada pengendara roda dua. Mereka diminta untuk bersabar dan tetap di jalurnya. Melawan arus bukan cuma berbahaya, tapi juga egois aksi itu mempersulit semua orang, termasuk kendaraan darurat seperti ambulans yang membawa nyawa seseorang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar