Harga energi melonjak lagi, dan kali ini ancamannya disebut yang terparah sepanjang sejarah. Itulah peringatan keras dari Badan Energi Internasional (IEA). Konflik di Timur Tengah disebut jadi pemicu utamanya, memicu kekhawatiran global yang serius.
Lalu, apa solusinya? IEA punya sejumlah rekomendasi mendesak. Yang menarik, mereka mendorong pemerintah di berbagai negara untuk serius mempertimbangkan sistem kerja dari rumah atau WFH. Bukan cuma itu, langkah-langkah lain juga diajukan, mulai dari penerapan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi, mendorong orang beralih ke transportasi umum, sampai mengurangi frekuensi perjalanan udara.
Intinya, semua bertujuan untuk satu hal: menghemat konsumsi energi dunia yang sedang tertekan.
Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA, tak menampik bahwa saran-saran ini bisa jadi ranah yang sensitif.
"Langkah ini mungkin sulit secara politis," ujarnya.
Artikel Terkait
Di Balik Ketegangan, Negosiasi Rahasia AS-Iran Terungkap dan Berlanjut
WMO Prediksi El Nino 2026 Bisa Picu Rekor Suhu Global hingga 2027
PNM Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi di 28 Titik untuk Dongkrak Ekonomi Warga
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Jakarta-Cikampek, Sistem Satu Arah Dimulai Siang Ini