Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) yang dinilainya mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan rumit yang membelit bangsa. Menurutnya, lembaga ini memiliki kapasitas untuk mengurai masalah yang selama ini diwariskan secara turun-temurun dan sulit dipecahkan.
"Saya juga optimistis bahwa kita bisa memecahkan masalah yang seperti benang kusut yang dihadapi oleh negara dan bangsa kita karena satu persoalan yang dari waktu ke waktu waris mewarisi yang blunder atau kusut sulit dipecahkan," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip pada Jumat (8/5/2026).
Di samping memuji institusi, Hendropriyono juga menyoroti ketajaman analisis Kepala Bappisus, Aris Marsudiyanto. Ia menilai kemampuan analitis Aris sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
"Saya lihat dari analisa kendala-kendala itu tadi Pak Aries sangat tajam melihatnya. Dan dengan analisa ini saya yakin sasaran-sasaran dari badan yang dipimpinnya ini akan tercapai dalam rangka mencapai tujuan yaitu stabilitas dan kesinambungan pembangunan bangsa Indonesia keseluruhannya," ungkapnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para elite, untuk menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan. Menurut Hendropriyono, persatuan merupakan kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.
"Kita membutuhkan satu pengertian, pemahaman dari seluruh masyarakat bangsa Indonesia terutama kaum elite untuk tidak selalu melakukan kritik dengan membuat gaduh sehingga kita tergores atau tergoncang, tergoyah persatuan kita," kata dia.
"Karena kita perlu mempersatukan pikiran mempersatukan kata, dan mempersatukan langkah untuk mendukung kebijakan yang baik ini. Sekali lagi kontrol, kontrol, dan kontrol," sambungnya.
Ia menegaskan bahwa tanpa mekanisme kontrol yang tepat, efektif, dan efisien, pencapaian tujuan pembangunan nasional akan sulit direalisasikan.
"Tanpa kontrol yang tepat, yang efektif, dan efisien, tidak mungkin kita bisa mencapai tujuan apa pun juga. Selamat melaksanakan tugas yang sudah baik ini pada Pak Aries Marsudianto. Mudah-mudahan tambah cemerlang ke depan hasil-hasil yang dicapai selama ini," tutup Hendropriyono.
Artikel Terkait
Pemerintah Jamin Tidak Ada PHK Massal terhadap PPPK di Tengah Pembatasan Belanja Pegawai Daerah
Pemerintah Perluas Hilirisasi ke Sektor Kehutanan, Migas, dan Kelautan Demi Nilai Tambah Komoditas
Indonesia dan Filipina Teken Kerja Sama Strategis Nikel, Kuasai 73,6 Persen Produksi Global
Kemenkes Audit Dokter Pendamping Internship di Jambi Buntut Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi