Pemerintah China punya pesan tegas buat warganya yang ada di Israel: segera pergi. Situasi di sana dinilai makin genting dan tak aman.
Laporan dari Al-Jazeera, Selasa (24 Maret 2026), menyebut Beijing mendesak warga negaranya untuk berhenti mempertaruhkan nyawa. Intinya, mereka diminta angkat kaki dari Israel secepatnya.
Kedutaan Besar Tiongkok di Israel menyampaikan imbauan itu dengan jelas.
"Mengungsi atau kembali ke Tiongkok sesegera mungkin," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Menurut kantor berita Xinhua yang dikelola negara, kedutaan sedang menyiapkan lagi misi evakuasi. Rencananya, warga akan dievakuasi lewat perbatasan Taba yang menghubungkan Israel dan Mesir. Persiapan terus digenjot.
Nah, apa yang bikin situasi dianggap memburuk? Pemerintah China menunjuk pada eskalasi serangan dari Iran. Serangan rudal dan drone itu disebut makin gencar, makin kerap, dan makin meluas jangkauannya.
Akibatnya, korban jiwa dan kerusakan properti terus bertambah. Bahkan, ada sejumlah insiden di mana orang terluka karena gagal mencapai tempat perlindungan dengan cepat saat serangan terjadi.
Kedutaan juga mengingatkan warga yang masih bertahan.
Mereka diminta menjauhi titik-titik vital seperti bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, hingga kilang minyak. Fasilitas infrastruktur penting dan lokasi militer yang sensitif juga harus dihindari. Intinya, jauhi tempat-tempat yang berpotensi jadi sasaran.
Artikel Terkait
Imigrasi Dalami Kemungkinan Keterlibatan WNI dalam Jaringan Penipuan Daring 210 WNA di Batam
Bus ALS Kecelakaan di Muratara Ternyata Tak Berizin Sejak 2020, Kemenhub Temukan Kejanggalan Nomor Rangka
Polisi Periksa Kapusdal Ops PT KAI Terkait Sistem Peringatan Dini dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Pencarian Dua Pendaki Singapura di Gunung Dukono Berlanjut, Tujuh WNA Lain Selamat