Istanbul - Kabar soal negosiasi diam-diam antara Iran dan Amerika Serikat langsung dibantah keras oleh Teheran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan tegas menyebut laporan-laporan itu cuma "berita palsu".
Menurutnya, isu ini sengaja dihembuskan untuk memanipulasi pasar minyak dan keuangan global. "Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat," tegas Ghalibaf lewat akun X-nya, Senin.
Dia melanjutkan, "Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel."
Ghalibaf juga menyoroti tuntutan rakyatnya. Rakyat Iran, katanya, menginginkan hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor. Di sisi lain, semua pejabat disebutnya berdiri teguh mendukung pemimpin negara hingga tujuan perang tercapai.
Bantahan ini muncul tak lama setelah pernyataan kontras dari Presiden AS, Donald Trump. Trump mengklaim telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran untuk lima hari ke depan.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK Usai Status Tahanan Rumah Dicabut
MRT Jakarta Tawarkan Tarif Spesial Rp243 di Hari Ulang Tahun ke-7
Iran Bantah Klaim Trump Soal Dialog, Tegaskan Tak Ada Pembicaraan dengan AS
Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Dua Remaja, Satu Korban Tak Bersalah Turut Terluka