JAKARTA – Tiga jenderal bintang dua Angkatan Darat bakal menduduki kursi panglima kodam. Penunjukan ini bagian dari mutasi jabatan TNI yang berlaku per Maret 2026, seperti dikeluarkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Mereka menggantikan para pendahulu yang mendapat tugas baru.
Mayjen TNI Frits Willem Rizard Pelamonia ditunjuk memimpin Kodam XXIV/Mandala Trikora. Sementara itu, Kodam XVII/Cenderawasih akan dipimpin Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang. Untuk Kodam XV/Patimura, pimpinannya adalah Mayjen TNI Dody Triwinarto.
Di luar ketiganya, ada juga nama Mayjen TNI Deddy Suryadi. Namun begitu, posisinya sebagai Pangdam Jaya tak berubah karena kodam itu masih dalam proses validasi organisasi. Justru, mutasi ini membawa kabar baik buat Deddy. Jenderal lulusan Akmil 1996 itu dipastikan naik pangkat menjadi letnan jenderal.
Secara keseluruhan, mutasi Maret 2026 ini melibatkan 35 perwira TNI. Tak sedikit yang dapat promosi. Ambil contoh Kolonel Inf Yuniar Dwi Hantono. Dari Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad, dia kini ditunjuk sebagai Danrem 072/PMK di Kodam IV/Diponegoro. Posisi sebelumnya diisi Brigjen TNI Bambang Sujarwo yang berpindah menjadi Kasdam XII/Tanjungpura.
Ketiga pangdam baru ini punya jejak karier yang beragam. Mari kita lihat lebih dekat.
Frits Pelamonia, lulusan Akmil 1996 dari kecabangan infanteri Kopassus. Kariernya dimulai dari posisi-posisi komando di satuan elit itu. Dia pernah memimpin Danyonif Raider 600/Modang di tahun 2012-2014. Pengalaman teritorialnya juga cukup panjang, dari Dandim di Tenggarong hingga terakhir menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja. Saat ini, Frits yang menjabat staf ahli KSAD, akan menggantikan Mayjen TNI Lucky Avianto di Kodam XXIV/MT.
Lucky sendiri tak kalah menarik. Lewat SK yang sama, dia malah melesat jadi Pangkogabwilhan III, menggantikan Letjen TNI Bambang Trisnohadi. Jabatan baru itu otomatis membukakan jalan baginya untuk menyandang pangkat letnan jenderal.
Berikutnya, Febriel Buyung Sikumbang. Jenderal lulusan Akmil 1995 dari kecabangan infanteri Kostrad ini punya rekam jejak solid di Korps Baret Hijau. Dia pernah memimpin sejumlah satuan tempur, seperti Danyonif 700/Raider dan Danbrigif Linud 18/Trisula. Di bidang teritorial, dia pernah memimpin dua Korem, yakni Kawal Samudera dan Wira Sakti.
Febriel juga dikenal sebagai Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Halilintar. Tugasnya berat: memberantas penambangan ilegal. Menurut siaran pers Kementerian Kehutanan, pada akhir Oktober 2025, satgasnya berhasil menindak empat perusahaan tambang ilegal di Morowali, Sulawesi Tengah.
“Dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan 11 truk bermuatan nikel milik PT JJA dan 9 truk milik PT HGI, kedua perusahaan merupakan kontraktor tambang PT BMU. Kemudian hari berikutnya mengamankan kembali 9 truk milik PT MMP yang merupakan kontraktor tambang PT BCPM,” begitu bunyi rilis resmi tersebut.
Di mutasi ini, Febriel ditunjuk memimpin Kodam XVII/Cenderawasih, menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim.
Yang ketiga, Dody Triwinarto. Dia juga alumni Akmil 1996 dari infanteri. Sebagian besar perjalanannya diisi dengan komando satuan tempur, mulai dari Wakil Komandan Batalyon di Aceh, hingga Komandan Brigade Infanteri di Sibolga. Pengalaman teritorialnya pun luas, mencakup posisi Dandim di Polman hingga Danrem di tiga wilayah berbeda: Sibolga, Palu, dan terakhir sebelum ini.
Kini, Dody yang asal Medan itu dipromosikan memegang kendali Kodam XV/Patimura. Dia mengambil alih dari Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Dipanggil Lagi untuk Periksa Lanjutan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp50 Miliar
DPRD Kaltim Bentuk Pansus Hak Angket Usut Dugaan Pelanggaran Kebijakan Gubernur Rudy Masud
TAUD Nilai Sidang Penyiraman Air Keras di Pengadilan Militer Penuh Kejanggalan dan Tak Imparsial
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Emisi Metana Sektor Energi Fosil di Asia Selatan dan Tenggara