Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama

- Selasa, 24 Maret 2026 | 00:45 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama

Gerbang Tol Cikampek Utama tampak ramai sekali pekan lalu. Bukan ramai biasa, melainkan lonjakan yang sangat signifikan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat, selama periode arus mudik Lebaran 11 hingga 22 Maret 2026, mobilitas masyarakat yang menuju wilayah timur lewat gerbang itu melonjak hingga 129,84 persen jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal. Angkanya tidak main-main: 790.791 kendaraan tercatat melintas ke arah timur, padahal biasanya hanya sekitar 344.067 kendaraan.

Menurut sejumlah saksi, padatnya arus masih terasa hingga sehari setelah Lebaran. Data harian per 22 Maret pun membenarkan hal itu. Tercatat 61.159 kendaraan bergerak ke timur, naik 128,1 persen dari angka normal 26.812 unit.

Namun begitu, ada tanda-tanda peralihan. Arus dari timur menuju Jakarta mulai menunjukkan geliat peningkatan. Volume kendaraannya mencapai 38.841 unit, naik tipis 7,25 persen dibanding normal.

"Angka tersebut menunjukkan bahwa pergerakan arus balik sudah mulai terlihat,"

kata Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, Senin (23/3/2026).

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi hal ini, GT Cikampek Utama telah mengoperasikan 22 gardu tol menuju Jakarta demi menjaga kelancaran transaksi.

Persiapan lain pun digelar. JTT akan kembali memberikan potongan tarif tol sebesar 30 persen untuk perjalanan langsung dari GT Kalikangkung (ruas Batang–Semarang) menuju GT Cikampek Utama (ruas Jakarta–Cikampek). Kebijakan ini berlaku mulai 26 Maret pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret pukul 24.00 WIB. Selain itu, potongan 23 persen untuk seluruh transaksi di ruas Batang–Semarang masih terus berlaku hingga 31 Maret nanti. Harapannya jelas: mendistribusikan lalu lintas dan memberi manfaat langsung buat pemudik.

Arus kendaraan pemudik di ruas tol Semarang yang melaju ke arah barat menuju Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Senin (23/3/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Di sisi lain, kalau kita lihat pergerakan dari timur ke Jakarta dalam periode H-10 sampai H 1, justru terjadi penurunan. Hanya 232.380 kendaraan yang tercatat, turun 31,49 persen dari angka normal 339.198 kendaraan. Tapi ini wajar, karena fokusnya masih pada arus mudik menuju kampung halaman.

Lonjakan serupa ternyata juga terjadi di sejumlah ruas tol JTT Group di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di GT Kalikangkung, misalnya, kendaraan menuju Semarang membengkak 127,06 persen menjadi 442.392 unit. Sementara yang meninggalkan Semarang justru turun 14,71 persen.

Pola yang hampir sama terlihat di GT Banyumanik. Arus menuju Solo melonjak 81,03 persen (502.702 kendaraan), sedangkan arus ke Jakarta malah sedikit menurun 5,01 persen.

Lalu bagaimana dengan Jawa Timur? Di GT Warugunung, kendaraan menuju Surabaya naik 18,73 persen, sementara arus ke Jakarta naik lebih tajam, 37,58 persen. Di GT Kejapanan Utama, pergerakan menuju Malang dan Surabaya sama-sama meningkat, meski dengan persentase yang berbeda. Begitu pula di GT Singosari.

"Sementara di GT Singosari, kendaraan menuju Malang tercatat 170.386 unit (naik 4,63 persen), sedangkan arah Surabaya mencapai 160.248 kendaraan (naik 4,36 persen),"

jelas Ria lagi.

Menghadapi puncak arus balik yang diprediksi segera tiba, JTT mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati. Merencanakan perjalanan dengan matang adalah kunci. Pastikan kondisi kendaraan prima, pengemudi cukup istirahat, dan yang tak kalah penting: cek bahan bakar serta saldo uang elektronik sebelum masuk tol. Keselamatan harus jadi prioritas utama di tengah kepadatan ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar