"Kami terus berinvestasi untuk transformasi jangka panjang. Respons positif terhadap rebranding membuat kami yakin, upaya ini akan menciptakan nilai berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan," tegas Adrian dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Soal rebranding itu sendiri, Hypermart memang tampil beda. Visual barunya lebih segar, dengan logo pita infinity yang diklaim punya karakter joyful, warm, bold, dan fresh. Semua itu untuk menyambut masa depan ritel yang diharapkan lebih inspiratif.
Perubahan tampilan ini pertama kali diterapkan di empat gerai: Lippo Karawaci Utara, Puri, Vila Melati Mas, dan Gading Serpong.
"Logo baru ini menggambarkan semangat pertumbuhan yang tak putus. Dan yang utama, senyum yang ingin kami hadirkan setiap kali pelanggan berkunjung," ujar Adrian.
Ke depannya, MPPA bakal fokus pada strategi yang berpusat pada pelanggan. Mereka berjanji menjaga ketersediaan produk segar dan kebutuhan keluarga dengan harga bersaing. Strategi ini juga akan disesuaikan dengan selera konsumen di tiap daerah.
Dengan dukungan rantai pasok yang makin kuat, keterlibatan digital, dan ekspansi ke area yang belum terjamah, Adrian yakin MPPA siap menangkap peluang baru.
"Kami akan tetap prioritaskan disiplin operasional, efisiensi, dan tentu saja, penciptaan nilai jangka panjang," pungkasnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168