WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak

- Jumat, 03 April 2026 | 19:20 WIB
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak

Laporan keuangan PT Wijaya Karya (WIKA) untuk tahun 2025 akhirnya terungkap. Hasilnya? Sebuah upaya keras untuk memperbaiki kondisi neraca, dengan fokus utama pada pengurangan utang. Sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil memangkas beban utangnya hingga Rp3,87 triliun. Angka yang tidak kecil.

Rinciannya, penurunan itu berasal dari dua sumber. Utang berbunga berkurang Rp2,08 triliun, sementara utang usaha turun lebih drastis lagi, Rp1,79 triliun. Langkah ini jelas sebuah sinyal. WIKA berkomitmen menurunkan kewajiban dan berusaha menjaga keseimbangan arus kas, di tengah tekanan industri konstruksi yang tak mudah.

Namun begitu, perjalanan tahun 2025 ternyata tidak mulus. Pendapatan bersih perseroan anjlok cukup dalam, turun 31 persen menjadi Rp13,3 triliun. Imbasnya, profitabilitas tertekan dan WIKA harus menelan pil pahit rugi bersih yang membengkak hingga Rp9,75 triliun. Beban keuangan pun masih memberat, meski sudah turun 9,4 persen menjadi Rp2,97 triliun.

Kalau dilihat per akhir Desember 2025, total liabilitas WIKA tercatat Rp48,46 triliun. Memang turun 6 persen dari tahun sebelumnya. Tapi, ekuitasnya hanya Rp1,68 triliun. Kondisi ini mengindikasikan satu hal: operasional perusahaan masih sangat bergantung pada pendanaan dari utang.

Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasional juga bermasalah. Tahun 2025 malah defisit Rp348 miliar, padahal setahun sebelumnya masih positif Rp68 miliar. Untungnya, ada penarikan pinjaman dan pengembalian dana dari ventura bersama. Berkat itu, posisi kas akhir tahun bisa terjaga di level Rp2,75 triliun.

Menanggapi kondisi ini, Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyebut perusahaan tak tinggal diam.

"Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perseroan," jelas Emin, sapaan akrabnya, melalui keterangan resmi Jumat lalu.

"Di tahun ini, perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan," tambahnya.

Upaya itu rupanya membuahkan hasil di sisi piutang. Nilainya merosot 29,2 persen menjadi Rp1,89 triliun di akhir 2025. Sebuah kemajuan.

Lebih lanjut, Emin meyakini langkah transformasi ini butuh dukungan banyak pihak. Mulai dari pemegang saham, kreditur, hingga mitra kerja. Untuk itu, WIKA akan terus berkomunikasi intensif dengan pemegang saham mayoritas, PT Danantara Asset Management, dan tentu saja dengan seluruh kreditur. Tujuannya satu: mendapatkan dukungan penuh untuk rencana penyehatan perusahaan.

Jalan masih panjang. Tapi setidaknya, langkah awal untuk memperkuat neraca sudah dimulai.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar