Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon akan tiba di tanah air besok, Sabtu (4/4/2026). Informasi ini disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan. Mereka akan dipulangkan menggunakan pesawat komersial yang dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Brigjen TNI Rico Sirait, selaku Kepala Biro Informasi Pertahanan, menjelaskan prosesnya kepada media pada Jumat (3/4). "Semua sudah terkoordinasi dengan baik," ujarnya. Menurutnya, rencana pemulangan jenazah berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Pesawat yang membawa ketiga pahlawan itu telah diberangkatkan dari Beirut pada hari Jumat. Setelah tiba di Indonesia, perjalanan mereka belum usai. Ada serangkaian penghormatan terakhir yang menunggu.
Rico menyebutkan, jenazah akan disemayamkan terlebih dulu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Upacara militer ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi negara. "Baru setelah prosesi di Halim, jenazah akan diberangkatkan ke daerah asal untuk dimakamkan secara militer," tambahnya.
Ketiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadon, Kapten Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka merupakan bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), atau yang kita kenal sebagai Kontingen Garuda.
Kronologi kejadiannya sungguh memilikan. Praka Farizal Rhomadon menjadi korban serangan artileri Israel di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3). Sementara, Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad Nur Ichwan menyusul gugur sehari kemudian, tepatnya pada Senin (30/3).
Kabar kepulangan mereka tentu membawa duka yang mendalam. Namun di sisi lain, ini juga menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para penjaga perdamaian kita di medan tugas yang rawan. Negeri ini akan menyambut pulang putra-putra terbaiknya dengan penuh hormat.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Perintahkan Optimalisasi Teknologi untuk Cegah Karhutla 2026
Prabowo dan Megawati Tampak Akrab di Peringatan Hari Lahir Pancasila, Istana Sebut Tak Ada Jarak Emosional
Mathew Baker Debut di Timnas Senior Usia 17 Tahun, Kevin Diks Jadi Mentor Selama TC
Kemendikti Bentuk Tim Investigasi, Usut Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Forum Internasional