PT BSA Logistics Tbk, atau WBSA, punya target ambisius. Mereka berencana mengumpulkan dana segar hingga Rp302 miliar lewat penawaran saham perdana (IPO) di BEI. Yang menarik, lebih dari separuh dana hasil IPO itu tepatnya sekitar 72 persen rencananya bakal dipakai untuk membeli perusahaan milik pengendali mereka sendiri.
Harga sahamnya ditetapkan di Rp168 per lembar. Angka ini berada di ujung atas dari rentang harga penawaran awal yang mereka canangkan, yaitu antara Rp150 sampai Rp170. Menurut prospektus yang dirilis Jumat lalu, 3 April 2026, perhitungan itu sudah final.
Nah, perusahaan yang jadi sasaran akuisisi adalah PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL). WBSA berencana mengakuisisi hampir seluruh saham BIL, yakni 99,99 persen, dengan nilai transaksi mencapai Rp215 miliar. Saat ini, BIL sepenuhnya dikuasai oleh PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).
Lalu, apa yang menarik dari BIL? Perusahaan ini punya andil di PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yang bergerak di bidang pengangkutan, pergudangan, serta aktivitas penunjang untuk sektor pertambangan dan penggalian. Jadi, ada alasan strategis di balik rencana pembelian ini.
Prosesnya sendiri sudah mulai bergulir. WBSA dan BNL disebut-sebut telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada akhir November 2025 lalu. Dengan kata lain, akuisisi ini harus selesai paling lambat enam bulan setelah semua persyaratan dalam perjanjian itu terpenuhi.
Sebelumnya, WBSA tak punya kepemilikan sama sekali di BIL. Sementara itu, kepemilikan BNL selaku pemilik BIL ternyata melibatkan dua nama: Andree lewat Liberty Holdings Global Limited dan Edwin Wibowo melalui Bountiful Investors Limited.
Di sisi lain, WBSA sendiri dikendalikan oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd (TBK). Nah, di balik TBK ini, pemilik manfaat akhirnya ternyata sama: Andree dan Edwin Wibowo. Keduanya disebut mengendalikan perseroan secara bersama-sama.
Namun begitu, struktur kepemilikan TBK tak hanya dipegang oleh mereka berdua. Ada juga Anderson Investment Pte Ltd yang memegang 5,82 persen saham, dan perusahaan ini terafiliasi dengan Temasek Holdings, sovereign wealth fund-nya Singapura.
Selain itu, tercatat beberapa nama lain seperti Bali I Limited, Internet Fund VII Pte Ltd, Jungle Ventures III, Moluccas II Ltd, dan Watimena LP. Secara kolektif, mereka memegang 41,36 persen. Manajemen dengan tegas menyatakan bahwa para pemegang saham ini tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Andree maupun Edwin Wibowo.
Lantas, apa alasan utama di balik akuisisi BIL ini? Menurut jajaran manajemen WBSA, langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan bisnis, terutama masuk ke sektor pertambangan dan komoditas di hulu. Mereka juga ingin melebarkan wilayah operasi ke luar Pulau Jawa.
“Lewat akuisisi BIL, pendapatan perseroan akan lebih terdiversifikasi di beberapa kelompok industri,” begitu penjelasan mereka.
Mereka juga berharap, dengan integrasi ini, biaya angkut jadi lebih efisien dan terintegrasi. Pada akhirnya, klaim mereka, pelayanan kepada pelanggan bisa lebih terpadu.
Selain untuk akuisisi, sisa dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja. Dana itu akan menopang operasional rutin, mengelola kebutuhan arus kas jangka pendek, serta mengembangkan jaringan layanan logistik multimoda mereka.
Semua rencana itu kini tinggal menunggu eksekusi di pasar modal.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen di Seluruh Bandara Mulai Hari Ini