Pasangan suami istri yang menjadi otak penipuan berkedok jasa wedding organizer di Jakarta Timur akhirnya dibekuk aparat setelah sempat menjadi buronan. Kedua tersangka, RM dan ER, diketahui telah mencoba melarikan diri dan bersembunyi ketika kasus mereka mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Polisi memastikan proses penangkapan berlangsung setelah tim penyidik berhasil melacak keberadaan mereka.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, mengungkapkan bahwa kedua tersangka sempat berpindah-pindah tempat persembunyian sejak kasus ini mulai diselidiki. “Memang setelah ramai pemberitaan kemarin di media sosial, kedua tersangka ini berusaha melarikan diri ke suatu tempat dan bersembunyi. Makanya kami melakukan pencarian dan alhamdulillah bisa mengidentifikasi keberadaan pelaku serta melakukan penangkapan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Meski beredar kabar bahwa pasutri ini berencana melarikan diri ke luar negeri, polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut. Namun, yang pasti, keduanya telah beberapa kali berpindah lokasi sejak kasus ini mencuat dan mulai diselidiki aparat.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap modus operandi yang digunakan kedua tersangka. Bayu menjelaskan bahwa mereka menjalankan aksinya dengan sistem gali lubang dan tutup lubang. Artinya, uang dari calon pengantin pertama digunakan untuk menutupi biaya pernikahan calon pengantin lainnya, dan seterusnya.
“Motif dari hasil pemeriksaan kami diketahui bahwa uang-uang dari korban ini diputar lagi oleh para tersangka untuk menutupi kegiatan pernikahan sebelumnya. Jadi uang yang didapat dari klien lain itu digunakan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan klien lainnya. Secara tidak langsung, ya, gali lubang, tutup lubang,” jelas Bayu.
Untuk menarik korban, kedua pelaku menawarkan jasa wedding organizer melalui media sosial. Begitu ada calon pengantin yang menghubungi, mereka langsung memikatnya dengan berbagai promo gelaran pesta pernikahan. Hingga saat ini, polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jumlah pasti korban serta kerugian yang ditimbulkan.
Artikel Terkait
Hampir 40 Ribu Kendaraan Melintas di Puncak dalam 24 Jam, Polri Terapkan One Way
Pembangunan 2.603 Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Terus Dikebut
Macron Desak Kesepakatan AS-Iran Segera Tercapai untuk Akhiri Konflik dan Buka Selat Hormuz
Jalan Raya Lenteng Agung Ambrol, Akses ke Depok Ditutup Total