Kombes Rita Wulandari Pimpin Satuan Baru Polda Metro Jaya untuk Lindungi Perempuan dan Anak

- Senin, 12 Januari 2026 | 12:15 WIB
Kombes Rita Wulandari Pimpin Satuan Baru Polda Metro Jaya untuk Lindungi Perempuan dan Anak

Polda Metro Jaya punya direktorat baru. Namanya Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Perdagangan Orang, atau disingkat Dirres PPA dan PPO. Nah, yang bakal memimpin direktorat khusus ini adalah Kombes Rita Wulandari. Ia resmi dilantik oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, Senin (12/1/2025) siang tadi.

Acara pelantikannya berlangsung di Lobby Gedung Promoter. Tampak hadir juga para Kapolres se-Jakarta. Dalam sambutannya, Irjen Asep Edi langsung menekankan betapa strategisnya peran direktorat ini. Tugasnya jelas: memberikan perlindungan maksimal buat kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak.

"Saya menekankan agar Dirres PPA dan PPO yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesional, dan berorientasi pada keadilan serta perlindungan korban," ujar Irjen Asep.

Ia melanjutkan, "Penanganan perkara PPA dan PPO harus mengedepankan empati, kepekaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia."

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial belaka. Menurut jenderal bintang dua itu, langkah ini adalah bagian dari penguatan struktur organisasi Polda Metro Jaya. Tujuannya, menyesuaikan diri dengan dinamika keamanan yang makin kompleks, khususnya dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan, anak, dan perdagangan orang.

Namun begitu, kerja berat ini tak bisa dipikul sendirian. Irjen Asep mengingatkan pentingnya sinergi. Kolaborasi dengan instansi terkait dan elemen masyarakat, katanya, mutlak diperlukan baik untuk pencegahan maupun penindakan.

"Bangun kerja sama lintas sektoral yang solid, lakukan inovasi pelayanan, serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat," tuturnya.

"Kepercayaan publik adalah kunci utama dalam mewujudkan Polri yang Presisi."

Harapannya jelas. Dengan hadirnya direktorat ini, perlindungan hukum dan rasa aman bagi korban, khususnya perempuan dan anak, bisa lebih optimal. Langkah ini dianggap sebagai jawaban atas tantangan zaman yang terus berubah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar