Penangkapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan seorang mantan wakil menteri oleh Kejaksaan Agung serta Komisi Pemberantasan Korupsi mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menilai langkah hukum terhadap Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, Sony Sonjaya, dan Silmy Karim tersebut sebagai sinyal bahwa negara tengah melakukan proses pembersihan internal. Keempatnya diduga terlibat dalam kasus korupsi hingga pemerasan yang kini tengah didalami oleh kedua lembaga penegak hukum.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (6/6/2026), Sahroni menepis narasi negatif yang berkembang di tengah masyarakat mengenai maraknya penangkapan pejabat negara. Menurutnya, fenomena tersebut justru menunjukkan bahwa aparat hukum bekerja secara aktif.
“Banyak pihak yang menarasikan ‘Indonesia tidak baik-baik saja’ akibat banyaknya penangkapan pejabat negara belakangan ini. Padahal menurut saya, negara justru sedang bersih-bersih melalui Kejagung dan KPK,” ujar Sahroni.
Politisi dari Partai NasDem itu menegaskan bahwa langkah penegakan hukum ini merupakan bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membawa Indonesia menuju tata kelola yang lebih baik. Ia mengaku heran dengan munculnya narasi-narasi yang dinilainya tidak masuk akal di tengah proses hukum yang berjalan.
“Ini bukti hukum bekerja tanpa pandang bulu. Jadi arah kepemimpinan Presiden Prabowo ini malah sedang menuju ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, kalau ada narasi yang aneh-aneh, justru memberi kesan adanya perlawanan dari pihak-pihak yang tidak terima terhadap agenda bersih-bersih ini,” tutur dia.
Sahroni menambahkan, agenda pemberantasan korupsi yang tengah digalakkan ini merupakan peringatan keras dari Presiden Prabowo kepada seluruh jajaran pemerintah yang masih berniat merugikan kepentingan rakyat. Ia menekankan bahwa kepala negara tidak bermain-main dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Intinya Pak Presiden sedang bersih-bersih di segala sektor. Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak bahwa Presiden Prabowo tidak main-main. Justru kalau ada koruptor yang jelas kejahatannya tapi tidak ditangkap, itu baru Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jadi jangan anggap remeh sikap presiden,” pungkas Sahroni.
Artikel Terkait
Kemendagri dan Metro TV Gelar Apresiasi Kepala Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali
Presiden Prabowo Pantau Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Imigrasi yang Ditangani KPK
Mantan Wakil Kepala BGN Siap Jadi Justice Collaborator, Bongkar Keterlibatan Eksekutif dan Legislatif di Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sri Mulyani Bantah Isu Mundur dari Menkeu, Tegaskan Tetap Jalankan Perintah Presiden