Hari ini, tepat pukul sepuluh pagi waktu Jenewa, Indonesia secara resmi ditetapkan sebagai Presidensi Dewan HAM PBB untuk tahun 2026. Ini bukan sekadar agenda rutin. Penetapan itu menandai dimulainya satu tahun kepemimpinan penuh Indonesia di forum HAM tertinggi dunia.
Nantinya, tugas presidensi akan dipegang langsung oleh Wakil Tetap RI di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro.
“Kali ini kita akan menjadi presidensi selama satu tahun penuh,” ujar Direktur HAM dan Urusan Migrasi Kemlu, Indah Nuria Savitri, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis lalu.
“Jabatan tersebut akan dipegang oleh watap kita, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro.”
Indah lantas mengenang sedikit latar belakang sang diplomat. Sebelum bertugas di Jenewa, Suryodipuro pernah memegang posisi Dirjen Kerja Sama ASEAN di Jakarta. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk India dan Bhutan.
Dengan status baru ini, Indonesia bakal memimpin seluruh sidang dan proses di Dewan HAM. Posisinya strategis, jauh melampaui sekadar simbol seremonial. Dari sini, arah pembahasan isu-isu HAM global akan banyak ditentukan.
“Dalam kapasitas kita sebagai presiden, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses yang ada di Dewan HAM, tentu saja bersama anggota biro lainnya,” jelas Indah.
Di sisi lain, mandat ini diakui Indah sebagai sesuatu yang prestisius. Namun begitu, tanggung jawab yang menyertainya juga tak main-main, apalagi melihat dinamika geopolitik global yang sedang panas.
“Dewan HAM juga mengalami banyak dinamika,” katanya.
“Namun secara khusus dengan tema Presidency for All, kita mencoba untuk menjalankan mandat sebagai Presiden ini dengan pendekatan yang inklusif.”
Menurutnya, pencapaian ini buah dari perjuangan diplomasi yang panjang. Bukan sesuatu yang diberikan begitu saja.
“Ini merupakan hasil kerja sama dan hasil upaya perjuangan diplomasi dari semua pihak yang digawangi atau dipimpin oleh Kemlu,” tegas Indah.
“Tentu saja presidensi ini bukan, apa namanya, bukan sesuatu yang given, tapi memang perlu diperjuangkan.”
Jadi, ini soal prestise sekaligus ujian. Indonesia kini punya panggung sekaligus beban untuk menunjukkan kepemimpinan di panggung HAM dunia.
Artikel Terkait
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat di Bali: Belajar Giat, Jaga Sopan Santun, dan Angkat Derajat Orang Tua
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 60 Orang dalam Tiga Pekan, Ketidakpercayaan Masyarakat Jadi Hambatan Penanganan
Legenda PSM Soroti Dua Wajah Timnas Indonesia di Balik Kemenangan Telak atas Oman
Pemerintah Terbitkan PP Nomor 24 Tahun 2026, BUMN Ekspor DSI Jadi Saluran Tunggal Komoditas Strategis