Sebuah proyek di Jagakarsa, Jakarta Selatan, berubah menjadi tragedi Jumat pagi lalu. Empat pekerjanya tewas mengenaskan setelah terjatuh ke dalam sebuah gelonteng, atau tangki penampungan air. Mereka adalah YN (31), M (61), TS (62), dan yang termuda, MF yang baru berusia 18 tahun.
Menurut keterangan polisi, kejadian bermula sekitar pukul sepuluh pagi. Saat itu, seorang mandor memerintahkan para pekerja untuk menguras tangki air bersih yang terletak di basement gedung. Nah, di sinilah malapetaka itu mulai.
“Menurut sejumlah saksi, pada saat proses pembongkaran penutup gelonteng, korban terjatuh ke dalam lubang,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada awak media.
Melihat rekan mereka terjebak, beberapa pekerja lain langsung berusaha menolong. Sayangnya, upaya spontan itu dilakukan tanpa peralatan keselamatan sama sekali. Alih-alih menyelamatkan, mereka justru ikut terperosok ke dalam tangki yang sama.
“Mandor kemudian meminta tolong untuk mengevakuasi korban. Tapi pada saat evakuasi, saksi merasakan hawa panas dan pengap di sekitar gelonteng itu,” lanjut Budi, menggambarkan situasi mencekam di lokasi.
Korban-korban itu akhirnya berhasil ditarik keluar dan dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit. Namun, semua usaha sudah terlambat.
“Setiba di RS, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD RS Pasar Rebo,” tuturnya dengan nada berat.
Artikel Terkait
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang
Polisi Bekasi Ringkus Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras Berencana
Kolaborasi ITB dan IIDI Pasok Air Bersih untuk 1.000 Jiwa di Agam Pascabanjir
Macan Tutul Terjerat Perangkap Babi di Puncak, Dievakuasi ke Taman Safari