Ferder yang asli Belarus, pindah ke Israel dua tahun yang lalu saat Rusia mulai menyerang Ukraina.
Ia dilaporkan bekerja di sebuah hotel di Tel Aviv yang terkena serangan drone.
Houthi telah mengonfirmasi serangan itu.
Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan pihaknya menggunakan drone Yafa dalam serangan tersebut.
Nama drone itu diambil dari nama kota Palestina yang diduduki oleh Israel yang merupakan bagian dari Tel Aviv.
"Angkatan Udara kami melakukan operasi militer menggunakan drone di Tel Aviv," kata Saree, Jumat.
Ia mengklaim operasi itu "menyerang target penting di wilayah Tel Aviv."
"Drone ini dirancang dengan tujuan khusus supaya bisa menghindari radar musuh," imbuhnya.
Houthi sendiri telah mendeklarasikan wilayah Tel Aviv sebagai "wilayah tak aman".
Karena itu, Tel Aviv "akan menjadi target utama" bagi senjata-senjata Houthi.
Serangan drone itu merupakan serangan pertama Houthi yang menargetkan Tel Aviv.
Sebagian besar serangan Houthi sebelumnya hanya menyasar kota pesisir Eliat dan Haifa.
Houthi sendiri telah menargetkan kapal-kapal yang dimiliki, berbendera, dioperasikan oleh Israel, atau menuju ke pelabuhan-pelabuhan Israel di Laut Merah dan Teluk Aden menggunakan rudal dan drone.
Aksi itu merupakan bentuk solidaritas terhadap Gaza, yang telah berada di bawah serangan gencar Israel sejak 7 Oktober tahun lalu
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Foxconn Catat Lonjakan Pendapatan 30% Didorong AI, tapi Waspadai Ancaman Geopolitik
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah