Suasana di posko penanggulangan banjir itu berat. Rabu lalu, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, tak kuasa menahan tangis di depan awak media. Air matanya mengalir, mengungkap kepedihan yang dalam. Banjir yang melanda wilayahnya ternyata jauh lebih dahsyat dari perkiraan, dan dia mengakui dengan jujur: pemerintah daerah sudah tak sanggup lagi menanganinya.
“Tidak sanggup, korbannya luar biasa,” ujarnya, suaranya tercekat.
Dia bercerita, dirinya sendiri sempat terperangkap dalam banjir selama hampir dua malam. Pengalaman itu, rupanya, hanya secuil dari penderitaan yang dialami warganya. “Banyak masyarakat kita kelaparan. Kekuatan kita tidak ada, kita hanya ada beras,” tambahnya sambil menyeka air mata. Ungkapan putus asanya itu terekam dalam sebuah video yang kemudian viral.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, situasinya memang memprihatinkan. Ismail menegaskan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal. Namun begitu, bencana ini skalanya terlalu besar. Kapasitas daerah terbatas. Mereka sudah mengirim surat resmi ke Presiden, meminta percepatan bantuan. Yang dibutuhkan mendesak: logistik dalam jumlah besar, peralatan evakuasi, dan tenaga tambahan.
Yang lebih mencemaskan adalah kabar dari Kecamatan Langkahan. Bupati mengungkapkan, masih banyak jenazah yang belum berhasil dievakuasi. Medan yang rusak parah menyulitkan proses pencarian. Laporan-laporan dari warga, yang masuk lewat pesan suara, menyebut angka korban terus bertambah.
“Kabupaten Aceh Utara memiliki 27 kecamatan, cuma 2 kecamatan yang tidak kena habis,” katanya dengan nada pilu. “Tapi sampai hari ini mayat-mayat belum habis ditemukan.”
Di sisi lain, kondisi di tempat pengungsian kian memanas. Ribuan orang bertahan dengan persediaan yang menipis. Makanan, obat-obatan, hingga selimut semuanya kurang. Banjir di Aceh Utara jelas sudah masuk fase kritis. Desakan agar pemerintah pusat segera turun tangan kini terdengar semakin keras. Waktu terus berjalan, dan ancaman penderitaan yang lebih panjang masih mengintai.
Artikel Terkait
Bareskrim dan FBI Buru 2.400 Pembeli Alat Phishing Buatan Pasangan NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti
Pabrik Minyakita di Sidoarho Curangi Takaran, Isi Jeriken 5 Liter Hanya 4,3 Liter