Stadion Brawijaya malam itu riuh. Di tengah tekanan, Persik Kediri akhirnya menang juga. Tiga poin penting berhasil direbut dari PSBS Biak dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Super League, Kamis (5/3/2026) lalu. Tapi jalan menuju kemenangan itu tidak mulus, lho. Mereka malah kebobolan lebih dulu.
Ruyery Blanco, pemain PSBS, sukses membuat keributan di tribun tuan rumah saat bola darinya merobek jala gawang Persik di menit ke-48. Gol itu seperti tamparan. Babak kedua pun berjalan dengan tempo yang jauh lebih panas, penuh desakan.
Namun begitu, Macan Putih tak menyerah. Upaya mereka terbayar pada menit ke-79. Dari sebuah situasi bola mati, bek tengah Al Hamra Hehanussa mendorong bola ke gawang lawan. Stadion yang sempat senyap pun meledak. 1-1.
Dan di penghujung pertandingan, keajaiban terjadi. Hanya berselang sembilan menit kemudian, tepatnya menit ke-88, Muhammad Firly menjadi pahlawan. Ia merayakan gol kemenangan setelah memanfaatkan bola rebound di kotak penalti. 2-1 untuk Persik! Sorak-sorai suporter memenuhi angkasa Kediri.
Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, tampak lega sekaligus bangga usai laga.
“Kami benar-benar butuh kemenangan ini. Lihat saja kerja keras anak-anak di lapangan. Sempat ada kesalahan di belakang yang berujung gol, tapi mereka bisa memperbaiki dan bangkit. Luar biasa,” ujar Marcos, seperti dilaporkan Antara.
Ia tak lupa mengucapkan terima kasih pada seluruh skuat.
“Mereka pantas dapat ini. Kemenangan ini juga spesial untuk Arthur yang berulang tahun hari ini, dan tentu, untuk suporter setia kami yang selalu ada,” jelasnya penuh haru.
Menariknya, dua gol balasan Persik justru lahir dari kaki para pemain belakang. Padahal, Marcos mengaku sudah mengubah taktik di babak kedua dengan menambah kekuatan serangan lewat kehadiran Rodrigo Dias.
“Ya, sepak bola memang sering nggak masuk akal,” katanya sambil tertawa. “Kami coba perkuat depan biar lebih ganas. Eh, malah gol datang dari bek yang ngrebound bola. Tapi ya, itulah keindahan sepak bola.”
Strategi menempatkan dua striker itu sebenarnya berisiko, karena hanya menyisakan tiga bek di lini belakang. Tapi bagi Marcos, itu risiko yang harus diambil. “Kami harus coba semua cara untuk menyerang. Syukurlah, hasilnya baik,” pungkasnya.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persik kini mengumpulkan 29 poin dan nangkring di posisi ke-12 klasemen. Sementara PSBS Biak masih tercecer di dasar, tepatnya peringkat 16, dengan 18 poin.
Artikel Terkait
Menkumham Desak Sidang Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Transparan dan Adil
Nadiem Makarim Bingung dan Sedih atas Tuntutan 15 Tahun Penjara untuk Konsultan IT Ibam
Arab Saudi Perketat Aturan Digital untuk Masuk Raudhah di Masjid Nabawi
DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga