Drama di menit-menit akhir! Dallas Mavericks berhasil merengkuh kemenangan tipis 134-128 atas Los Angeles Lakers dalam laga musim reguler NBA, Minggu malam (5/4/2026) waktu AS atau Senin pagi WIB. Pertandingan itu benar-benar sengit, berlangsung ketat sampai bunyi buzzer terakhir.
Kemenangan Dallas tak lepas dari aksi gemilang bintang mudanya, Cooper Flagg. Pemain berusia 19 tahun itu benar-benar tak terbendung, mencetak 45 poin sekaligus memimpin timnya menaklukkan raksasa dari Los Angeles.
Hebatnya, performa Flagg malam itu bukan cuma sekadar angka. Ia menorehkan sejarah. Rookie ini menjadi pemain pertama sejak Allen Iverson di tahun 1997 yang berhasil mencetak 40 poin atau lebih dalam dua pertandingan beruntun. Sungguh awal karier yang luar biasa.
Flagg, Sang Pengendali Permainan
Sejak bola pertama diangkat, Flagg langsung menunjukkan taringnya. Dia bukan cuma mencetak angka, tapi juga jadi otak serangan Dallas. Sang rookie tampil dengan kepala dingin, mengatur ritme permainan timnya dengan cerdik.
Statistik akhirnya bicara: 45 poin, 9 assist, dan 8 rebound. Hampir triple-double. Performa semacam ini jelas jadi angin segar bagi Mavericks yang musim ini terbilang suram. Setidaknya, masa depan mereka terlihat cerah dengan pemain sekaliber Flagg.
Lakers Bertaruh Tanpa Dua Pilar
Di sisi lain, Lakers harus bertanding tanpa dua pemain andalan. Luka Dončić dan Austin Reaves absen karena cedera serius yang mereka dapatkan saat melawan Oklahoma City Thunder sebelumnya. Kehilangan dua pencetak poin utama tentu pukulan berat.
Tapi jangan salah, tim besutan pelatih Darvin Ham ini tetap memberikan perlawanan sengit. Mereka tak menyerah begitu saja.
LeBron James, sang legenda yang masih perkasa, nyaris mencatat triple-double. Ia mengumpulkan 30 poin, 15 assist, dan 9 rebound. Usianya sudah tak muda, tapi kelasnya tetap tak diragukan.
Beberapa pemain lain juga tampil mengangkat bendera. Jaxson Hayes menyumbang 23 poin. Yang mengejutkan, Luke Kennard justru meraih triple-double perdana dalam kariernya: 15 poin, 16 rebound, plus 11 assist. Kontribusi yang cukup berarti di tengah krisis pemain.
Alur Pertandingan yang Menegangkan
Pertarungan langsung panas sejak kuarter pertama. Mavericks mengandalkan kecepatan dan kreativitas Flagg untuk membongkar pertahanan Lakers. Mereka sempat unggul cukup jauh.
Namun begitu, Lakers bangkit di kuarter keempat. Dipimpin LeBron dan dibantu tembakan-tembakan Kennard, mereka perlahan mengejar ketertinggalan. Suasana pun mencekam.
Tapi Mavericks ternyata lebih tangguh. Mereka menjaga ketenangan, mempertahankan keunggulan lewat serangan balik cepat dan tembakan yang akurat. Beberapa poin krusial yang dicetak Flagg di menit-menit penentu akhirnya memastikan kemenangan untuk Dallas.
Bagaimana Dampaknya di Klasemen?
Kekalahan ini sebenarnya tak terlalu menggoyah posisi Lakers. Mereka masih kokoh di peringkat 3 Wilayah Barat dengan catatan 50-28, dan sudah pasti ke playoff. Hanya saja, mereka harus waspada dengan kejaran Denver Nuggets yang tak kenal lelah.
Sementara itu, posisi Dallas tak berubah. Dengan rekor 25-53, mereka terpaku di peringkat 13 Wilayah Barat dan sudah pasti tersingkir dari perburuan playoff musim ini.
Meski begitu, ada hal positif yang bisa dibawa pulang. Fokus mereka kini beralih sepenuhnya ke pengembangan pemain muda, terutama pada Cooper Flagg. Setiap pertandingan, pemain ini terus membuktikan bahwa dirinya adalah aset berharga calon bintang masa depan yang siap bersinar di liga top dunia ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Usulkan Batas Usia Pensiun Polri Jadi 60 Tahun Demi Kesetaraan dengan PNS
38 Peserta UTBK-SNBT 2026 Terbukti Curang, Masuk Daftar Hitam Seluruh PTN
Pabrik Gula Tradisional di Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta
BGN Ungkap Modus Jual-Beli Titik Dapur Program Makan Bergizi Gratis, Iming-iming Rp20-50 Juta per Lokasi