BMKG: 49 Wilayah Sudah Masuki Musim Kemarau, Puncaknya Diprediksi Agustus 2026

- Senin, 06 April 2026 | 11:10 WIB
BMKG: 49 Wilayah Sudah Masuki Musim Kemarau, Puncaknya Diprediksi Agustus 2026

April 2026 menandai awal peralihan cuaca di sejumlah daerah Indonesia. Mulai masuk musim kemarau. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peralihan ini tidak serentak. Ia bergerak perlahan, dimulai dari titik-titik tertentu sebelum akhirnya meluas.

Nah, informasi ini tentu penting buat kita semua. Bukan cuma buat petani yang harus mengatur pola tanam, tapi juga terkait ketersediaan air dan aktivitas sehari-hari. Lantas, daerah mana saja yang sudah merasakan hawa kering? Bagaimana sih prediksi kemarau tahun ini bakal berlangsung?

Daerah yang Sudah Merasakan Kemarau

Berdasarkan data terbaru per 31 Maret lalu, BMKG menyebut sekitar 7 persen wilayah Indonesia sudah memasuki fase kemarau. Angka itu setara dengan 49 Zona Musim (ZOM).

"Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 7% wilayah Indonesia (49 ZOM) mengalami Musim Kemarau,"

tulis BMKG dalam rilisnya.

Wilayah-wilayah itu tersebar, tidak terkonsentrasi di satu pulau besar. Beberapa di antaranya meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Lalu ada juga sebagian wilayah di Sulawesi Tengah, Selatan, dan Tenggara yang sudah kering.

Di sisi timur, sebagian NTB, NTT, Maluku, dan sedikit daerah di Papua Barat juga tercatat sudah mulai kemarau. Intinya, baru sebagian. Masih belum merata. Menurut penjelasan BMKG, pola bertahap seperti ini wajar, mengikuti dinamika atmosfer dan pergerakan angin monsun.

Yang Diprediksi Akan Menyusul

Lalu, bagaimana dengan daerah lainnya? BMKG sudah punya prediksinya. Mereka memperkirakan, pada bulan April ini, akan ada tambahan 114 ZOM yang ikut beralih ke musim kemarau. Itu sekitar 16,3 persen dari total zona musim di tanah air.

Biasanya, Nusa Tenggara jadi yang pertama merasakan. Setelah itu, baru merambat ke wilayah lain. Kalau April sudah mulai, maka Mei dan Juni nanti akan semakin banyak daerah yang mengalaminya. Diperkirakan 184 ZOM pada Mei, dan 163 ZOM lagi pada Juni.

Peralihan ini erat kaitannya dengan perubahan arah angin monsun. Saat angin dari Australia mulai mendominasi, itulah pertanda musim kemarau benar-benar mulai bercokol.

Lalu, Seperti Apa Gambaran Kemarau 2026?

Secara umum, tahun ini kemarau datang lebih awal di banyak tempat. BMKG menyebut sekitar 46,5 persen wilayah (atau 325 ZOM) akan mengalaminya lebih cepat dari waktu normal. Bukan cuma itu.

Kekeringannya pun diprediksi akan lebih terasa. Sekitar 64,5 persen ZOM diperkirakan mendapat curah hujan di bawah normal selama musim kemarau. Artinya, kondisi bisa lebih kering ketimbang tahun-tahun biasa.

Puncaknya? Agustus nanti. Diperkirakan lebih dari 61 persen wilayah akan mengalami puncak kekeringan di bulan itu. Durasi kemaraunya pun kemungkinan bakal lebih panjang di lebih dari separuh wilayah Indonesia.

Dengan gambaran seperti ini, kewaspadaan harus ditingkatkan. Risiko kekeringan panjang dan kebakaran hutan atau lahan bisa mengintai. BMKG mengimbau masyarakat untuk rajin memantau informasi cuaca terbaru dari kanal resmi. Persiapan sejak dini jelas akan sangat membantu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar