Jakarta pagi itu terasa berbeda. Di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan kompleks Kedubes Amerika Serikat, ribuan orang berkumpul dengan tenang. Mereka adalah massa dari Majelis Ormas Islam (MOI) yang menggelar aksi damai bertajuk 'Berjuta Doa untuk Syuhada TNI', Minggu (5/4/2026). Suasana hening, namun penuh makna, untuk mengenang tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Lokasinya padat. Dari kejauhan, lautan peserta berbalut pakaian muslim warna putih dan hitam terlihat jelas. Yang menarik, banyak di antara mereka datang bersama keluarga. Beberapa orang tua bahkan membawa serta anak-anaknya, ikut serta dalam rangkaian doa bersama ini. Sebuah pemandangan yang jarang, menunjukkan betapa dalamnya duka yang dirasakan.
Di tengah kerumunan, suara seorang orator tiba-tiba membelah kesunyian. Ia mengajak seluruh hadirin untuk melaksanakan salat gaib bagi ketiga prajurit yang telah gugur. Ajakan itu langsung disambut. Tanpa banyak komando, para peserta bergegas mencari tempat wudu, menyiapkan diri untuk ibadah yang penuh khidmat itu.
"Sebentar lagi kita akan melaksanakan salat gaib, nanti safnya dirapikan," seru orator mengingatkan.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian, dengan penuh kekhusyukan, mereka pun melaksanakan salat gaib secara berjemaah. Ritual itu berlangsung tertib, di tengah lalu lintas ibu kota yang perlahan mulai ramai.
Usai salat, bukan berarti aksi berakhir. Mereka tetap bertahan, memanjatkan doa bersama. Harapannya satu: agar para pahlawan yang gugur di tanah jauh itu ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Aksi kemudian bubar dengan damai, meninggalkan kesan mendalam tentang solidaritas dan penghormatan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Istana Elysee, Disambut Menteri Pertahanan Prancis
Soulyu Luncurkan Cloud Hydrating Matte Cushion, Padukan Bahan Alami Indonesia dengan Teknologi Tahan 12 Jam
Kementerian PKP Serap 13,4 Persen Anggaran hingga Akhir Mei, 83 Persen untuk Program Rumah Swadaya
ERT NHM Diterjunkan Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, Tiga Pendaki Dinyatakan Meninggal