Harga Emas Anjlok 11,3%, Penurunan Terparah Sejak Krisis 2008

- Minggu, 05 April 2026 | 07:50 WIB
Harga Emas Anjlok 11,3%, Penurunan Terparah Sejak Krisis 2008

Maret 2026 menjadi bulan yang kelam bagi logam mulia. Harga emas dunia tercatat ambruk tajam, anjlok hingga 11,3 persen. Penurunan bulanan sebesar itu, menurut catatan, adalah yang terparah sejak gemuruh krisis keuangan global melanda dunia di tahun 2008.

Pemicu utama gejolak ini tak lain adalah konflik yang meledak di Timur Tengah pada akhir Februari lalu. Situasinya memanas setelah Iran membalas serangan dari Amerika Serikat dan Israel dengan langkah yang mengguncang pasar energi global: menutup Selat Hormuz.

Seperti diketahui, selat itu adalah jalur vital bagi ekspor minyak dan gas. Penutupannya otomatis melambungkan harga energi. Nah, di sinilah masalahnya mulai berantai. Kenaikan harga minyak itu memicu kekhawatiran baru soal inflasi yang bisa makin menggila.

Kekhawatiran inflasi ini, pada gilirannya, mengubah ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve. Sentimen yang sebelumnya ramah berbalik arah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS meroket, didorong spekulasi bahwa The Fed mungkin akan mengambil sikap lebih "hawkish" atau ketat. Bahkan, harapan akan potensi penurunan suku bunga di tahun ini pun kini memudar dengan cepat. Yang beredar adalah wacana bahwa bank sentral AS kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar