Serangan Rusia menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak, di sebuah distrik di timur laut ibu kota Ukraina. Setelah serangan itu, pihak Ukraina memperingatkan adanya ancaman serangan rudal balistik yang akan masuk ke wilayahnya.
Rusia telah meningkatkan serangan terhadap ibu kota Ukraina secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Biasanya, serangan dilakukan dengan meluncurkan rentetan rudal balistik yang sulit dicegat dalam serangan kilat yang singkat.
Adapun tiga orang, termasuk seorang anak, tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan di distrik Brovary, timur laut Kiev, tulis Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer daerah, di Telegram. Serpihan yang jatuh akibat serangan tersebut merusak rumah dan kendaraan serta menyebabkan kebakaran di sebuah bangunan non-hunian.
Layanan darurat negara Ukraina membagikan foto bangunan hancur yang dilalap api, seraya menyebutkan bahwa serangan di desa Pukhivka menghancurkan sebuah rumah dua lantai dan dua mobil serta memicu kebakaran di sebuah gudang.
Reporter AFP di ibu kota mendengar belasan ledakan saat angkatan udara Ukraina memperingatkan adanya ancaman penggunaan senjata balistik dari arah utara. Empat orang terluka akibat serangan di kota tersebut, kata administrasi militer Kiev melalui Telegram.
"Peringatan serangan udara telah diberlakukan di Kiev akibat penggunaan rudal balistik," demikian pernyataan sebelumnya, yang menginstruksikan warga untuk mencari tempat perlindungan.
Artikel Terkait
Serangan Rusia Tewaskan Tiga Orang di Pinggiran Kyiv
Rusia Luncurkan Senjata Perang Elektronik Baru untuk Lumpuhkan Starlink
Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan 17 Orang di Kyiv
Serangan Rusia Hancurkan 8 Juta Buku di Gudang Penerbit Ukraina