Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran tawanan perang. Masing-masing pihak menyerahkan 103 tentara yang ditawan, dalam salah satu langkah kerja sama yang masih berlangsung di tengah konflik yang telah berlarut-larut sejak Februari 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi kepulangan para prajuritnya. "Hari ini, 103 pejuang Ukraina kembali ke tanah air dari penawanan Rusia," katanya, Rabu (19/8/2026).
Mereka yang dibebaskan, menurut Zelensky, termasuk para pembela Mariupol, kota pelabuhan yang hancur akibat pengepungan berbulan-bulan pada 2022, serta pasukan yang ditawan di tujuh wilayah garis depan. "Kami mengingat setiap pria dan wanita yang masih berada dalam penawanan. Kami melakukan segala upaya untuk membawa pulang seluruh rakyat kami," tambahnya.
Kementerian Pertahanan Rusia juga mengumumkan pertukaran tersebut, menyatakan bahwa "103 personel militer Rusia dipulangkan... sebagai gantinya, 103 tawanan perang Ukraina diserahkan."
Para tentara Rusia yang dibebaskan kini berada di Belarus dan akan diterbangkan ke Rusia untuk menjalani rehabilitasi setelah menerima perawatan psikologis dan medis. Uni Emirat Arab disebut sebagai penengah dalam pertukaran kali ini. Negara Teluk itu memang telah memfasilitasi puluhan pertukaran tahanan antara Moskow dan Kyiv sejak awal perang.
Sementara itu, pembicaraan mengenai pengakhiran konflik praktis terhenti. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil telah meningkat ke tingkat tertinggi sejak bulan-bulan awal perang.
Artikel Terkait
Serangan Udara Rusia-Ukraina Tewaskan 19 Orang, Rusia Klaim Cegat 822 Drone
Ukraina Luncurkan 600 Drone ke Moskow, Satu Tewas dan Tiga Terluka
Mantan Mufti Ukraina: Jihad Bukan Kekerasan, tapi Perlindungan Kaum Lemah
Rusia Mulai Impor Bensin dari India di Tengah Serangan Ukraina ke Kilang