Serangan udara saling balas antara Ukraina dan Rusia kembali memakan korban jiwa. Dalam gelombang serangan terbaru, sedikitnya 19 orang tewas di kedua negara, dengan infrastruktur sipil menjadi sasaran utama.
Di Rusia, rentetan drone Ukraina menewaskan lima orang di kawasan pemukiman di wilayah Rostov, Rusia selatan. Gubernur regional Yuri Slusar membenarkan insiden tersebut. Sementara itu, tiga orang lainnya tewas di wilayah Belgorod, Kursk, dan Moskow. Empat orang tewas di bagian Ukraina yang diduduki Rusia.
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menyebut serangan itu sebagai "salah satu serangan drone terbesar dalam beberapa waktu terakhir". Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat 822 drone di seluruh negeri sepanjang Minggu (16/8) malam.
Di Ukraina, rentetan drone dan rudal Rusia menewaskan dua orang dan melukai 14 orang di pabrik baja ArcelorMittal di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky. Pabrik tersebut, salah satu produsen baja terbesar di Ukraina, menghentikan sebagian operasinya setelah serangan merusak fasilitas produksi inti.
Serangan lain menghantam Kryvyi Rih pada Minggu malam, menewaskan satu orang. Wilayah lain juga menjadi sasaran: dua orang tewas di Zaporizhzhia di tenggara, satu orang di wilayah perbatasan Sumy, dan satu orang lagi di Donetsk di timur.
Artikel Terkait
Rusia dan Ukraina Kembali Bertukar 103 Tawanan Perang
Ukraina Luncurkan 600 Drone ke Moskow, Satu Tewas dan Tiga Terluka
Mantan Mufti Ukraina: Jihad Bukan Kekerasan, tapi Perlindungan Kaum Lemah
Rusia Mulai Impor Bensin dari India di Tengah Serangan Ukraina ke Kilang