Kondisi RSUD Kota Serang akhirnya mendapat sorotan. Wali Kota Budi Rustandi tak bisa memungkiri, fasilitas di rumah sakit daerah itu dinilainya kurang memadai. Padahal, kalau dilihat sekilas, bangunannya terbilang kokoh dan lebih representatif dibanding banyak faskes lain di wilayah tersebut.
Namun begitu, realitas di dalamnya berbeda. Statusnya sebagai RS tipe C sepertinya belum diimbangi dengan dukungan fasilitas yang memadai. Budi menyayangkan beberapa bagian, terutama ruang operasi, yang terlihat terbengkalai.
"Kita perbaiki dulu fasilitasnya, karena sayang ya," ujar Budi Rustandi, Senin (6/4/2026).
"Padahal rumah sakit kita ini lebih bagus dari yang lain dari segi bangunan. Cuma pendukung pemeliharaan dan fasilitasnya yang kurang."
Karena itu, perbaikan menyeluruh dianggap sebuah keharusan. Tujuannya jelas: mendongkrak akreditasi rumah sakit. Untuk langkah awal, Pemkot Serang bersiap mengucurkan dana. Anggarannya tak main-main, berkisar antara Rp 2 hingga 3 miliar lewat APBD Perubahan tahun 2026.
Di sisi lain, cerita dari pengelola rumah sakit lebih gamblag. Menurut Direktur RSUD Kota Serang, dr. Humaryadi, anggaran untuk pemeliharaan atau maintenance selama ini selalu jeblok. Jauh di bawah kebutuhan standar.
Akumulasinya? Kerusakan yang merambat ke mana-mana. Cat mengelupas di sana-sini, plafon bocor, dan masalah lain yang menggerogoti kualitas bangunan.
"Di gedung terpadu, gedung IGD, dan gedung rawat inap empat lantai mengalami kerusakan," bebernya.
Gedung rawat inap yang dibangun tahun 2017 itu disebutnya yang paling parah. Padahal, kapasitasnya mencapai 100 tempat tidur. Kerusakan fisiknya butuh penanganan serius dan cepat.
Belum lagi soal ruang kosong. Humaryadi menerangkan, lantai 3 rumah sakit itu masih mangkrak sejak awal berdiri. Rencananya, area luas itu akan dijadikan ruang operasi yang representatif. Hanya saja, realisasinya butuh pendanaan besar, yang baru bisa dianggarkan lewat APBD Murni 2027.
Meski penuh tantangan, ada secercah harapan. Humaryadi mengaku bersyukur. Baru di era kepemimpinan Budi Rustandi ini, RSUD Kota Serang mendapat perhatian dan intervensi penuh dari pemda. Sebuah langkah awal yang dinantikan banyak pihak.
Artikel Terkait
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Minimarket Bogor, Kerugian Capai Rp3 Juta
Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang, Punya Mode Boost Bertenaga 93 dk
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Sapi Kurban ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ ke Masjid Istiqlal