Mendagri Minta Pemda Berhemat untuk Cegah PHK PPPK Jelang Batas APBD 2027

- Minggu, 05 April 2026 | 07:15 WIB
Mendagri Minta Pemda Berhemat untuk Cegah PHK PPPK Jelang Batas APBD 2027

Minggu ini, berita politik dari Antara lagi ramai dibicarakan. Ada yang soal kebijakan anggaran, ada juga yang bikin hati trenyuh. Buat kamu yang mungkin ketinggalan, ini lima berita terpopuler yang layak disimak.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pesan khusus buat pemerintah daerah. Intinya, dia minta pemda berhemat dan cari cara kreatif buat dapatkan pemasukan. Tujuannya satu: mencegah PHK para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Permintaan ini muncul karena ada aturan baru. Mulai Januari 2027 nanti, belanja untuk pegawai daerah nggak boleh lebih dari 30 persen total APBD. Aturan itu tertuang dalam UU HKPD.

“Dia harus melakukan efisiensi belanja-belanja yang lain. Saya khawatir, mereka belum melakukan itu,” kata Tito.

Menurutnya, penghematan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya, mengurangi rapat yang kurang perlu, mengefisienkan perjalanan dinas, atau mengatur anggaran untuk konsumsi.

Di sisi lain, kabar duka datang dari Lebanon. Dua prajurit TNI terluka akibat ledakan saat mengawal konvoi UNIFIL di sana. Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, sudah mengonfirmasi kejadian ini.

“Dua prajurit mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,” jelas Aulia lewat siaran pers.

Sayangnya, rincian kondisi dan luka yang dialami kedua prajurit itu belum dijelaskan lebih lanjut.

Sementara itu, di dalam negeri, bencana gempa mengguncang Sulut dan Malut. Respons pun datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dia meminta prioritas utama diletakkan pada penyelamatan warga.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita harus memberikan layanan yang sangat cepat. Penyelamatan masyarakat itu prioritas yang paling utama,” ujar Menko PMK Pratikno yang menyampaikan pesan itu.

Pratikno juga menekankan soal pentingnya pendataan korban dan infrastruktur yang rusak. Informasi yang akurat, katanya, sangat krusial agar bantuan bisa cepat dan tepat sasaran.

Kembali ke kabar duka dari Lebanon. Tiga jenazah prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB akhirnya dipulangkan. Sabtu malam lalu, mereka diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju rumah duka masing-masing.

Upacara militer yang khidmat dipimpin langsung oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Dua peti jenazah, milik Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, diterbangkan ke Yogyakarta menggunakan pesawat Hercules. Sementara jenazah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dibawa dengan pesawat CN-295.

Dari Yogyakarta, perjalanan terakhir dilanjutkan ke Magelang dan Kulon Progo untuk dua prajurit pertama, sementara jenazah ketiga dibawa ke Cimahi.

Dalam suasana duka itu, ada satu momen yang menyentuh banyak hati. Saat takziah di Bandara Soekarno-Hatta, Presiden Prabowo mendekati keluarga almarhum Serka Ichwan.

Istri almarhum sedang duduk menggendong bayinya yang terus menangis. Dengan air muka penuh empati, Presiden mengusap lalu mencium kepala bayi itu. Dia pun menyampaikan kata-kata penguatan kepada keluarga yang berduka. Momen sederhana, tapi sarat makna.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar