Restorasi Bakau, Langkah Nyata Pulihkan Pesisir
Minggu, 5 April 2026
Garis pantai Indonesia yang luas itu ibarat napas bagi negeri. Tapi napas itu kerap tersengal. Abrasi dan alih fungsi lahan menggerusnya, pelan tapi pasti. Di tengah kondisi itu, upaya mengembalikan hutan bakau ke kondisi semula bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan. Inisiatif terbaru datang dari PT Andalan Artha Primanusa (ANDALAN). Perusahaan jasa pertambangan nasional ini baru saja mengumumkan komitmen besar: restorasi ekosistem mangrove untuk lima tahun ke depan.
Mereka tak melakukannya sendirian. Kolaborasi digalang dengan Jejakin, sebuah perusahaan teknologi iklim lokal. Menurut pihak ANDALAN, kerja sama ini lebih dari sekadar program CSR biasa. Ini dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab operasional mereka.
"Keberlanjutan adalah bagian dari cara kami bertumbuh," tegas Direktur Operasional ANDALAN, Hanny Irawan, Sabtu (4/4).
"Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis kami juga memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan," lanjutnya.
Latar belakang komitmen ini cukup kuat. Indonesia punya sekitar 3,36 juta hektar hutan bakau, jumlah terbesar di dunia. Sayangnya, angka kehilangannya juga memprihatinkan. Ratusan ribu hektar bisa lenyap dalam setahun karena berbagai tekanan.
Artikel Terkait
Polda Riau Gagalkan Penyelewengan Ribuan Liter Bio Solar di Pelalawan dan Inhil
Satu Tewas dalam Bentrokan Warga Dua Desa di Luwu, Jalan Trans Sulawesi Terblokade
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat AS di Isfahan, AS Sebut Pilot Sudah Diselamatkan
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Alasan Keamanan dan Ketegangan Politik Jadi Penyebab