Paris Saint-Germain (PSG) berada di ambang pintu sejarah baru sepak bola Eropa. Setelah musim lalu sukses meraih gelar Liga Champions perdananya dengan menghancurkan Inter Milan 5-0 di partai final, klub asal Prancis itu kini memburu gelar back-to-back yang prestisius. Pada final musim 2025/2026 yang akan digelar di Budapest, Les Parisiens dijadwalkan berhadapan dengan Arsenal, tim asal London yang musim ini juga tampil perkasa sebagai juara Premier League.
Sepanjang 18 bulan terakhir, tim racikan Luis Enrique tampil nyaris sempurna. Mereka berhasil menyingkirkan raksasa seperti Manchester City dan mengalahkan Bayern Munich di babak semifinal, menunjukkan dominasi yang sulit dihentikan. Kini, PSG berpeluang masuk ke dalam jajaran tim terbaik sepanjang sejarah jika kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar.
Motor utama permainan PSG musim ini adalah duet Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia. Kvaratskhelia tampil luar biasa di fase gugur dengan torehan tujuh gol dan tiga assist. Sementara itu, Dembele menjelma menjadi mesin gol mematikan di bawah tangan dingin Luis Enrique.
“Ia adalah pelatih kelas dunia dengan ide yang sangat jelas,” ujar Dembele mengenai sang pelatih.
Transformasi PSG terasa semakin nyata sejak era pemain superstar seperti Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe berakhir. Kini, klub lebih mengandalkan kolektivitas, intensitas permainan, dan skuad muda yang agresif. Jika berhasil juara musim ini, Luis Enrique akan masuk ke dalam daftar elite pelatih dengan tiga trofi Liga Champions, menyamai nama-nama besar seperti Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, dan Pep Guardiola.
Menariknya, mempertahankan gelar Liga Champions adalah pencapaian yang sangat langka di era modern. Terakhir kali hal itu dilakukan oleh Real Madrid era Zidane pada 2016 hingga 2018. Kini, PSG memiliki peluang besar untuk menciptakan dinasti baru di Eropa.
“Kami ingin terus menulis sejarah karena kami merasa masih ada banyak hal yang bisa dicapai,” kata Luis Enrique.
Di sisi lain, Arsenal datang sebagai juara Premier League 2025/2026 dan memiliki lini pertahanan terbaik di Eropa musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta diprediksi menjadi ujian terberat bagi PSG. Duel lini tengah antara Vitinha melawan Declan Rice diperkirakan akan menjadi kunci penentu dalam final Liga Champions nanti.
Artikel Terkait
Ini Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dari Takbir hingga Permohonan Diterima Allah
AHY Dukung Penuh Putusan MK: Partai Politik Wajib Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan atau Gugur di Dapil
Ledakan Pabrik Kertas di Washington Tewaskan Satu Orang, Sembilan Hilang Akibat Tangki Kimia Runtuh
KPK Temukan Indikasi Intervensi ke Pekerja Outsourcing untuk Menangkan Bupati Pekalongan di Pilkada