“Artinya semakin banyak orang mulai berdagang dengan skala mikro. Menunjukkan tingkat resiliensinya cukup tinggi, didukung juga dengan daya beli dan konsumsi masyarakatnya masih bagus,” tambahnya.
Tapi, fenomena itu punya dua sisi. Peningkatan jumlah pedagang mikro bisa juga dibaca sebagai peringatan dini. Mungkin saja ini tanda orang mencari sumber penghasilan tambahan karena tekanan ekonomi. Namun begitu, Gretel tetap optimis.
“Tetapi buat sekarang, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia masih relatif lebih baik,” katanya.
Sebelumnya, ALTO juga melaporkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 75 persen pada kuartal pertama 2026. Hanya saja, ada catatan lain: nilai rata-rata per transaksi justru turun 16 persen. Artinya, orang mungkin bertransaksi lebih sering, tapi dengan nominal yang lebih kecil. Ini jadi gambaran yang lebih lengkap tentang pola konsumsi saat ini.
Artikel Terkait
Tim Geypens Kembali Boleh Bermain di Belanda, Izin Kerja Berlaku Hingga 2031
Pemerintah Pantau Ketat Dampak Gejolak Harga Global ke Bahan Baku Plastik
Lalu Lintas Udara Indonesia Tumbuh 5% di Kuartal I 2026
ALTO Network Luncurkan Dua Platform untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Digital