PT ALTO Network baru saja merilis dua solusi teknologi terbarunya: ASKARA Connect dan ASKARA Collab. Intinya, kedua platform ini dirancang untuk mempermudah hidup klien-klien mereka, terutama yang bergerak di bidang perbankan dan fintech, dalam mengelola transaksi digital.
Kalau ASKARA Connect, ini ibarat pusat komando. Platform operasional terintegrasi ini memungkinkan klien memantau transaksi secara real-time. Bukan cuma itu, proses rumit seperti penyelesaian sengketa, klaim, settlement, hingga deteksi potensi penipuan bisa ditangani di satu tempat yang sama. Efisiensinya diharapkan bisa jauh lebih baik.
“Platform ini buat semua karyawan klien yang terlibat mengelola transaksi,” jelas Rangga Wiseno, Chief Business Officer ALTO Network, dalam acara peluncuran Kamis lalu (9/4/2026).
“Sehingga semua divisi yang terlibat ini bisa berkolaborasi di situ.”
Latar belakangnya begini. Transaksi sehari-hari, kayak transfer antar bank atau bayar merchant pakai aplikasi dompet digital, nggak selalu mulus lewat sistem internal satu bank. Butuh ‘jembatan’ atau jaringan switching di sinilah peran penyedia jasa seperti ALTO. Nah, di balik layar, setiap transaksi yang melibatkan jaringan luar ini butuh penanganan khusus dari tim operasional bank atau fintech tersebut. Ribet, kan? ASKARA Connect hadir untuk menyederhanakan keribetan itu.
Menurut Rangga, ide membuat platform ini datang langsung dari keluhan klien. Volume transaksi yang mencapai jutaan per hari seringkali bikin pusing.
“Hal yang pertama muncul adalah, bagaimana kami dengan jumlah transaksi sebanyak itu bisa dapat real insight?” lanjutnya.
Maka, di ASKARA Connect, seluruh siklus hidup sebuah pembayaran dari awal masuk sampai diterima penerima bisa dilacak. Platform ini menampilkan 16 kategori transaksi, lengkap dengan statistik keberhasilan, kegagalan, bahkan transaksi yang dicurigai tertunda. Semua divisi terkait bisa mengakses data yang sama tanpa harus bolak-balik ganti halaman.
Artikel Terkait
Pemerintah Pantau Ketat Dampak Gejolak Harga Global ke Bahan Baku Plastik
Lalu Lintas Udara Indonesia Tumbuh 5% di Kuartal I 2026
Menteri Keuangan Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Tembus 5,5 Persen
BPOM Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Gas Tertawa, Bisa Picu Ketergantungan hingga Kematian