Di gedung ACLC KPK, Kuningan, suasana Kamis pagi itu tampak berbeda. Sebanyak 45 finalis Puteri Indonesia 2026 berkumpul, bukan untuk sesi latihan catwalk atau wawancara, melainkan untuk menerima pembekalan khusus tentang pemberantasan korupsi. Ini adalah upaya KPK untuk menyiapkan mereka sebagai duta anti-korupsi di tengah masyarakat.
Menurut Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, kegiatan semacam ini sudah jadi agenda rutin. Tujuannya jelas: agar pesan-pesan integritas bisa disebarluaskan lewat sosok-sosok yang punya daya tarik dan didengar banyak orang, khususnya generasi muda.
"Insyaallah, apa yang mereka katakan akan didengar oleh masyarakat atau setidak-tidaknya para pemuda, jiwa-jiwa para pemuda dan juga siswa-siswa yang sangat menyukai tentang adanya suatu kegiatan Putri Indonesia," ujar Ibnu.
Ia menambahkan, "Sehingga diharapkan para Putri Indonesia ini nanti akan dapat berperan serta dalam melakukan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan."
Di sisi lain, Wawan Wardiana, Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat KPK, punya rencana yang lebih konkret. Ia menyebut bahwa para finalis ini nantinya akan dilibatkan langsung dalam berbagai program pencegahan korupsi yang digelar KPK di daerah-daerah. Kolaborasi ini sebenarnya sudah mulai dijalankan, misalnya saat kegiatan di Yogyakarta tahun lalu.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan Hadapi El Nino
Rusia Desak Serangan Israel ke Lebanon Masuk Cakupan Gencatan Senjata AS-Iran
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Rumah Kosong yang Rugikan Korban Rp 100 Juta
Kebakaran SPBE di Bekasi Tewaskan 4 Jiwa dan Hanguskan 19 Bangunan