TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Kasus Andrie Yunus

- Selasa, 17 Maret 2026 | 22:45 WIB
TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Kasus Andrie Yunus

Markas Besar TNI ternyata sudah menggelar penyelidikan internal. Ini terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Langkah itu diambil untuk merespons isu yang beredar di publik, soal kemungkinan keterlibatan oknum tentara.

Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengonfirmasinya saat jumpa pers di Balai Puspen TNI, Jakarta Pusat, Selasa lalu. "Menyikapi perkembangan situasi, termasuk kejadian penganiayaan terhadap saudara AY, kita lihat ada opini berkembang di masyarakat. Diduga pelakunya dari TNI," ujarnya.

"Perlu saya sampaikan, semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan penyelidikan internal. Saya mohon kawan-kawan wartawan bersabar. Kita bekerja profesional dan transparan," lanjut Aulia.

Mayjen Aulia pun meminta kesabaran semua pihak. Dia berjanji transparansi soal proses penyelidikan ini.

"Jadi dimohon bersabar, nanti kita update. Sekali lagi, kita kerja profesional dan transparan. Itu yang perlu saya sampaikan," tegasnya.

Menurutnya, TNI turun tangan menyelidiki dugaan prajuritnya terlibat. Mereka tak mau isu liar terus berkeliaran tanpa kejelasan.

"Kita akan selidiki dugaan prajurit TNI. Harapannya, nanti kita lihat perkembangannya dan sampaikan ke wartawan. Kita tidak ingin opini yang berkembang ini jadi liar di masyarakat," jelas Aulia.

Di sisi lain, respons juga datang dari Istana. Melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus Andrie Yunus.

Pras mengungkap, Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi khusus.

"Tentu kita sangat prihatin. Seperti sudah disampaikan Kapolri, Bapak Presiden memerintahkan agar kasus ini diusut secara objektif, terbuka, dan secepatnya," kata Pras di kantor Kemhan, Jakarta.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah lebih dulu menegaskan komitmennya. Dia mengaku dapat perintah langsung dari Presiden untuk menuntaskan kasus ini.

"Terkait penyerangan aktivis, saya dapat perintah langsung dari Bapak Presiden untuk pengusutan tuntas, profesional, dan transparan," ujar Sigit di Surabaya, Minggu (15/3).

Metode ilmiah akan dipakai. Pengumpulan informasi di lapangan, kata dia, masih terus berjalan.

"Langkah kita mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kita kumpulkan informasi, yang nantinya akan kita dalami satu per satu," tutup Sigit.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar