JAKARTA – Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, grup taksi Blue Bird tak main-main dalam menyiapkan diri. Mereka mengerahkan tidak kurang dari 25 ribu armada untuk menghadapi lonjakan permintaan jasa transportasi. Rencana ini disusun secara strategis, mengingat momen mudik dan arus balik selalu jadi periode paling sibuk dalam setahun.
Monita Moerdani, Chief Marketing Officer Bluebird, bilang pola perjalanan masyarakat berubah total selama bulan suci hingga hari raya. Fokusnya beralih ke agenda buka puasa bersama, silaturahmi, tentu saja plus perjalanan mudik yang masif.
Ujar Monita di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Armada itu bakal disebar di lebih dari 1.300 pangkalan yang tersebar di seluruh Indonesia. Khususnya, mereka akan fokus mengawasi titik-titik keramaian seperti mall, kawasan kuliner, permukiman padat, hotel, serta bandara dan terminal. Tempat-tempat itu pasti jadi pusat kerumunan selama arus mudik dan balik berlangsung.
Nah, persiapan ini ternyata punya dasar yang kuat. Sebuah survei dari YouGov mengungkap fakta menarik: 43% masyarakat berencana mudik sekitar 2 sampai 6 hari sebelum Lebaran. Untuk arus balik, angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai 51% responden yang memilih kembali dalam rentang waktu yang sama setelah hari raya. Intinya, minggu sebelum dan sesudah Lebaran adalah puncak segala kesibukan.
Artikel Terkait
Dragonmine Akuisisi 80% Saham BLUE, Rencanakan Transformasi ke Bisnis Tambang Langsung
Laba Bersih United Tractors Turun 24% pada 2025
Harga Minyak Turun Tipis Setelah Perundingan AS-Iran Berlanjut
Nvidia Anjlok 5,5% Meski Laporan Kuartalan Solid, Seret Saham Teknologi Lain