Akibatnya, namanya sama sekali tidak masuk dalam daftar susunan pemain untuk laga tersebut. West Ham, yang kemudian kalah lewat adu penalti, tentu saja kesal. Kekalahan itu makin menyulut emosi manajemen klub.
Kini, kabarnya The Hammers sedang mempertimbangkan langkah serius. Mereka dikabarkan akan melaporkan kasus ini ke FIFA dan menuntut kompensasi atas ketidakhadiran Wan-Bissaka. Bukan cuma federasi Kongo yang bisa kena getahnya, pemainnya sendiri juga terancam.
Bisa saja klub memberikan sanksi internal kepadanya, mungkin berupa denda atau pembekuan. Situasi yang cukup ironis, bukan? Baru saja menjadi pahlawan nasional, eh malah berhadapan dengan masalah disiplin di klub.
Jadi, di satu sisi ada kebanggaan tak terkira karena membawa negara ke panggung dunia. Di sisi lain, ada ancaman hukuman yang mengintai di London. Memang, jalan menuju puncak tak selalu mulus. Kisah Wan-Bissaka ini adalah buktinya. Kita tinggal menunggu, bagaimana akhir dari drama yang satu ini.
Artikel Terkait
Tito Karnavian: Rehabilitasi Pascabencana Sumatra Ditargetkan Tuntas dalam Tiga Tahun
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun