Prabowo Minta Kampus Bantu Daerah Tata Ruang dan Kaji Masalah Perumahan

- Senin, 06 April 2026 | 19:30 WIB
Prabowo Minta Kampus Bantu Daerah Tata Ruang dan Kaji Masalah Perumahan

Usai rapat terbatas di Istana, Senin lalu, Mendikbudristek Brian Yuliarto membocorkan sedikit arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, Prabowo ingin dunia kampus turun tangan membantu pemerintah daerah. Khususnya dalam urusan tata ruang.

Menurut Brian, presiden secara khusus menyoroti peran fakultas planologi dan arsitektur. Alih-alih hanya teori di kelas, kampus-kampus itu diharapkan bisa terjun langsung membantu bupati atau wali kota menata wilayahnya.

"Jadi tadi Pak Presiden memberikan petunjuk bagaimana fakultas planologi, arsitek, itu di setiap kampus bisa membantu kepala-kepala daerah," ujar Brian.

"Sehingga tata ruang, tata kota dari setiap wilayah, kota atau kabupaten, itu menjadi tempat praktiknya mahasiswa, tempat penelitiannya dosen-dosen. Dengan begitu, kepala daerah terbantu mengelola kotanya oleh kampus setempat."

Idenya sederhana, tapi terdengar cukup masuk akal. Daerah-daerah itu akan berfungsi sebagai laboratorium hidup. Mahasiswa dapat praktikum, dosen punya bahan riset, sementara pemerintah daerah mendapat suntikan ide segar dan kajian mendalam. Semua diuntungkan.

Namun begitu, arahan presiden tidak berhenti di situ. Ada satu persoalan lain yang juga ditekankan: perumahan. Prabowo meminta kampus-kampus untuk mengkaji dan meneliti masalah perumahan yang masih pelik di berbagai daerah.

Untuk urusan yang satu ini, Brian menyebut koordinasi akan dilakukan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

"Pak Presiden juga memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset dan kajian untuk penanganan permasalahan perumahan. Nanti tentu Bapak Menteri Perumahan, Pak Ara, yang akan mengoordinasikan. Kami dari sisi risetnya. Apa yang bisa membantu untuk memudahkan penyelesaian masalah perumahan," imbuhnya.

Jadi, selain soal tata kota, isu perumahan rakyat juga masuk dalam radar. Tampaknya, pemerintahan baru ini ingin mendorong kolaborasi nyata antara kampus dan pemerintah daerah. Gagasan yang menarik, meski pelaksanaannya di lapangan nanti yang akan menjadi ujian sebenarnya.

Disarikan dari keterangan pers usai Rapat Terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar